Aksi Demo Penolakan UU MD3 Ricuh

490

KUPANG, (Garudanews.id) – Unjuk rasa mahasiswa yang tergabung dalam aliansi menolak UU MD3 di DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT), berlangsung ricuh pada Senin,(26/3).

Kericuhan terjadi setelah aparat kepolisian mencoba memadamkan api yang dibakar mahasiswa dihalaman kantor DPRD NTT. Upaya polisi mendapat perlawanan dari sejumlah mahasiswa, sehingga terjadi aksi saling dorong dan saling pukul.

Mahasiswa yang terdesak dan mundur sempat melempar aparat kepolisian, sehingga terjadi aksi kejar-kejaran. Aparat kepolisian juga sempat menembakan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa yang berdemo.

Kericuhan itu menyebabkan kaca depan kantor DPRD NTT pecah, dan sejumlah aparat kepolisian dan mahasiswa mengalami luka ringan.

Aksi unjuk rasa mahasiswa itu menolak UU MD3, khususnya pada item bahwa “Barang siapa yang merendahkan martabat DPR dapat dipidana”. Selain itu, item yang menyebutkan “anggota dewan boleh merangkap jabatan”.

“Aksi kami ini menolak UU MD3, karena sangat bertentangan dengan demokrasi,” kata kordinator lapangan (Korlap) aliansi mahasiswa tolak MD3, Adrianus Usfini.

Mereka juga menyesalkan sikap anggota DPRD NTT yang enggan menerima pengunjuk rasa, dan mementingkan kepentingan pribadi dengan melakukan kampanye Pilkada Gubernur NTT.

“Kami sudah bersurat ke DPRD. Herannya mereka tidak ada yang temui kami,” katanya. ( Dance henukh )

Anda mungkin juga berminat