Kasus Penganiayaan Terhadap TNI Berbuntut Panjang

78

BEKASI, (Garudanews.id) – Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Aries Budiman memberikan penjelasannya terkait pembakaran pos ormas kepemudaan di Jatiwaringin, Bekasi, pada Rabu (28/3) dini hari.

Peristiwa tersebut diduga berawal dari penganiayaan seorang anggota TNI oleh oknum anggota Ormas Pemuda Pancasila (PP) di sebuah lapak penjual durian di Jatiasih beberapa waktu yang lalu.

“Terjadinya peristiwa ini berimbas dari rentetan peristiwa beberapa waktu lalu di mana ada anggota PP yang kita tidak inginkan terjadi. Masalah durian,” kata Aries, seperti yang dikutip dari kompas, Rabu (28/3).

Walaupun ia masih belum menyakini pelaku pembakaran pos tersebut, namun dia bahwa pristiwa itu masih ada kaitan. Kini, Aries berencana memilih jalan damai dengan pihak TNI terkait kesalahan yamg dilakukan anggotanya.

“Bagaimana pun TNI adalah bapak yamg melahirkan PP. Saya minta kepada seluruh anggota PP baik yang melakukan maupun yang tidak melakukan kekerasan, untuk meminta maaf kepada TNI. Saya sebagai ketua memohon maaf pada TNI,” ucap Aries.

Arie juga meminta kepada para bawahannya itu mencari informasi tentang pelaku penganiayaan yang dialami oleh anggota TNI. Jika sampai tidak ditemukan untuk diproses secara hukum, Aries menjanjikan akan memberi sanksi untuk para pemimpin cabang.

Aries pun berencana menemui pimpinan TNI untuk membicarakan proses perdamaian antara kedua belah pihak. Namun ia juga berharap semuanya dapat diproses dengan hukum yang berlaku.

“Saya minta damai dan saya akan datangi pimpinan TNI AU. Namun saya juga berharap kepada pihak berwenang supaya tindakan seperti penculikan, pembakaran dan pengepungan rumah ketua PAC Pondok Gede harus ditindaklanjuti supaya ada efek jera,” ucap Aries.

Sementara itu, kepolisian Polres Metro Bekasi Kota yang dihubungi mengungkapkan masih mendalami kasus ini dan berusaha menyelidiki motif dan masih mencari pelaku penganiayaan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat