“Sekda” Kota Bekasi Diarak Massa

131

KOTA BEKASI (Garudanews.id)  –  Penghentian kasus dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji, dengan mengarahkan Aparatus Sipil Negara (ASN) di Kota Bekasi untuk mencoblos salah satu pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi, berbuntut panjang.

Kesatuan Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Bekasi, Rabu (28/3), menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Sekretariat Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi, di Jalan M Hasibuan.

Unjuk rasa ini sebagai bentuk rasa kekecewaan terhadap kinerja Panwaslu Kota Bekasi, yang dianggap tidak serius menangani kasus dugaan pelanggaran netralitas Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Rayendra Sukarmadji pada Pilkada Kota Bekasi tahun 2018.

Dua Mahasiswa KAMMI Bekasi pun menggelar teatrikal dengan bertopeng wajah Sekda Kota Bekasi dan mengaraknya serta Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Novita Ulya Hastuti. Aksi yang diikuti oleh puluhan massa ini secara bergantian mengeluarkan aspirasinya dengan beragam suara.

“Panwaslu tidak bekerja maksimal, Panwaslu Mandul,” ungkap salah satu orator aksi penuntutan Hukum Sekda Kota Bekasi dan Copot Ketua Panwaslu Kota Bekasi.

“Panwaslu mandul, bisa kerja engga sih?” teriak massa lainnya.

Selain itu, Mahasiswa juga membawa beberapa poster yang bertuliskan dan bergambar Ketua Panwaslu yang dipertanyakan kinerjanya, “Bisa kerja enggak sih Bu?”.

Sementara Koordinator aksi meminta Panwaslu untuk bersikap netral dalam mengawal proses Pilkada di Kota Bekasi ini.

“Usut tuntas kasus netralitas ASN dalam penyelenggaran Pilkada di Kota Bekasi. Dan berikan hukum yang tegas terhadap ASN yang melanggar Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016,” pungkas Adis Munandar. (Gir)

Anda mungkin juga berminat