Cawalkot Bekasi ‘Mangkir’ Klarifikasi Dugaan Kampanye di Sekolah

46

BEKASI (Garudanews.id) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi memanggil calon Wali Kota Bekasi Nur Supriyanto perihal dugaan  pelanggaran kampanye di salah satu sekolah di wilayah setempat.
Namun dalam pemanggilan tersebut politisi PKS itu mangkir dari jadwal undangan klarifikasi.

Pantauan suarakarya.id, hingga pukul 16.00 WIB sore ini (Sesuai jadwal pemanggilan) yang bersangkutan tidak memenuhi undangan klarifikasi dari Panwaslu Kota Bekasi.

Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita Ulya Hastuti mengatakan, Nur Supriyanto akan dipanggil kembali.

“Kita akan surati dengan pemanggilan kedua,” kata Novita kepada wartawan di Kantor Panwaslu Kota Bekasi, Jalan Hasibuan, Bekasi Timur, Rabu (25/4).

Panwaslu Kota Bekasi akan melakukan pemanggilan sebanyak 2 kali selama yang bersangkutan tidak memenuhi undangan klarifikasi. Jika tidak di indahkan, maka Panwaslu setempat akan memutuskan.

“Waktunya 5 hari dari 3 hari paska pelaporan tersebut. Kemudian, Panwaslu melakukan penelusuran dugaan mengenai pelanggaran kampanye dilingkungan sekolah,” kata Novita.

Novita menambahkan, Panwaslu Kota Bekasi telah menerima laporan dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti. Adapun barang bukti dugaan pelanggaran itu diantaranya, foto (Siswa sedang selfi dua jari) dan dokumentasi video.

“Tadi pagi, kami telah memanggil pihak sekolah untuk klarifikasi kedatangan calon Nur Supriyanto datang ke sekolah tersebut,” katanya.

Dugaan pelanggaran kampanye dilingkungan sekolah oleh Cawalkot Bekasi nomor urut 2, Nur Supriyanto dituduhkan berkampanye dengan sejumlah siswa. Namun dari keterangan yang ada bahwa Nur Supriyanto datang dan menunaikan ibadah sholat siang itu. (Dar)

Anda mungkin juga berminat