Empat Jam Diguyur Hujan, Hulu Ciliwung Kembali “Ngamuk”

92

Kabupaten Bogor (Garudanews.id) – Kawasan Puncak sepertinya benar-benar sudah tidak mampu menampung air. Hanya diguyur hujan kurang lebih 3,5 jam, hulu Sungai Ciliwung kembali meluap.

Luapan air sudah nampak di seputaran Desa Tugu Utara, yang merupakan Kampung pertama yang dilewati Sungai Ciliwung dari Hulu pada pukul 19.00 Wib, Sabtu, (07/04) .

Akibat luapan tersebut dilaporkan satu jembatan di belakang KFC, tepatnya Jembatan Tonjong, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, roboh terbawa arus.

Ketua Kompebpar, Bowie, menyampaikan kabar tersebut kepada Garudanews.id.

“Betul, hujan yang mengguyur dari jam 5 sore tadi membuat arus air hulu Sungai Ciliwung meluap, dan mengakibatkan Jembatan Tonjong roboh terbawa arus,” ujarnya.

Dari pantauan garudanews.Id di beberapa grup Medsos, informasi banjir bandang disampaikan warga.

Melalui grup WA, warga menyampaikan agar, warga yang tinggal di sekitaran sungai di Kampung Tonjong, Desa Tugu Utara, untuk di evakuasi

“Mohon agar warga yang tinggal di pinggiran sungai Kp. Tonjong, untuk di evakuasi ,” ujar T. Suminta.

Selain Jembatan di Kampung Tonjong, Dilaporkan juga dua jembatan lain yaitu Jembatan Acret dan Arouda di Desa Batulayang mulai tergerus air.

Warga bersama LPM dan Ormas setempat sudah siaga di beberapa titik lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang lebih parah.

Hingga berita ini di turunkan, pukul 21.40 Wib, hujan Gerimis masih mengguyur kawasan Puncak.

Diperkirakan debet air di Sungai Ciliwung masih akan bertambah. (Cj)

Anda mungkin juga berminat