UU Teroris Disahkan, Ketua DPR RI Apresiasi Pansus Dan Pemerintah

153

JAKARTA, (Garudanews.id) – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengapersiasi atas kinerja Paniti Khusu (Pansus) DPR RI serta pemerintah yang sudah merampungkan pembahasan RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Hal tersebut dengan di sahkan dan ditetapkannya UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme oleh Panitia Khusus DPR RI dan pemerintah.

“Setidaknya dua tahun pembahasan, akhirnya RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme bisa kita selesaikan. Ini luar biasa sekali karena Presiden minta Juni, kita berikan Mei,” kata Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, Jumat (25/5).

Dia pun mengatakan bahwa disahkannya UU ini adalah cermin sinergitas antara pemerintah dan DPR. Menurut Bambang, pada setiap pasal UU tersebut memiliki keterangan yang jelas dan terang benderang.

“Hal ini harus kita pertahankan demi kepentingan bangsa dan negara termasuk dalam penyelesaian RUU KUHP yang telah melewati 5 kali masa sidang dan kita targetkan selesai dalam dua kali masa sidang mendatang,” pungkasnya.

“Jika dibaca item pasal per pasal, tidak ada pasal karet yang bisa disalahartikan maupun ambigu dalam penggunaannya. Semua pasal sangat jelas dan terang benderang, karena pembahasaannya dilakukan secara mendalam dan komprehensif,” kata

Dia juga menambahkan, selain kepada tindak pemberantasan dan pencegahan, dalam Undang-Undang tersebut juga ada hak pemulihan terhadap korban yang berkaitan dengan medis, psikososial, psikologi, kompensasi, dan restitusi.

Bambang menjelaskan ada berbagai kemajuan dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, antara lain mengenai konstruksi Undang-Undang yang tidak hanya fokus pada pemberantasan namun juga mengedepankan tindakan pencegahan. Kemudian ada pula peran TNI yang akan diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) serta adanya perlindungan dan pemulihan kepada pelaku dan korban.

Sebagai perbandingan, kata Ketua DPR RI, Undang-Undang mengenai terorisme di Amerika tidak memuat penangangan terhadap korban.

“Berbagai keberhasilan yang terdapat dalam setiap pasal di UU ini merupakan ikhtiar kita bersama agar tindakan terorisme tidak ada lagi di Tanah Air. Sedini mungkin kita akan cegah munculnya kelompok radikal yang bisa menjerat saudara kita menjadi teroris. Karena pada dasarnya, baik pelaku maupun korban, mereka semua adalah saudara sebangsa yang perlu kita jaga. Insya Allah UU ini akan membawa kedamaian di Bumi Indonesia,” tandasnya.(red)

Anda mungkin juga berminat