Keterlibatan TNI Perangi Teroris Segera Miliki Payung Hukum

164

KUNINGAN (Garudanews.id) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Peraturan Presiden (Perpres) yang akan mengatur pelibatan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pencegahan dan penanggulangan teroris sebagaimana diamanatkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Terorisme hanya soal teknis, karena sebetulnya TNI sudah dilibatkan atas perintah panglima tertinggi.

“Ya itu nanti kan Perpres nanti kan hanya teknis, hanya teknis. Sebelumnya kan juga sebetulnya TNI sudah dilibatkan atas perintah panglima tertinggi, jadi sudah tidak perlu, sudah tidak ada lagi yang perlu dipersoalkan,” kata Presiden Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai meninjau Bendungan Kuningan, di Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat,  (25/5) pagi.

Yang paling penting, lanjut Presiden, nanti teknis di dalam pelaksanaannya seperti apa, hanya itu saja dimana kita perangi terorisme. “Itu saja, baik dengan pendekatan yang lunak maupun pendekatan yang keras, dengan soft approach maupun hard approach. Itu saja,” ujarnya.

Sementara Menteri Hukum dan HAM Yasonna  Laoly yang hadir dalam Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta, Jumat (25/5) mengatakan, perpres pelibatan TNI dalam pencegahan dan penanggulangan terorisme perpres akan dibahas dengan para stakeholder pemerintah.

Ia berharap Perpres bisa terbit sesegera mungkin sebagai payung hukum baru terkait TNI bisa ikut menindak terorisme, menyusul disahkan RUU Terorisme oleh DPR RI.

“Kita bahas dengan pemerintah. Kan pandangan-pandangan fraksi juga kita dengar. Ada yang mengatakan segera dilakukan (Perpres) supaya ada guidence. Supaya tidak menimbulkan multi tafsir tentang bagaimana penggunaan TNI dalam mengatasi tindak pidana terorisme,” tuturnya. (Red)

Anda mungkin juga berminat