Memasuki Tahun Politik, THR dan Gaji PNS Naik

112

JAKARTA (Garudanews.id) – Bulan Ramadhan 2018 ini bagi  Pegawai Negeri Sipil (PNS)  menjadi keberkahan tersendiri ditengah  harga harga pangan di pasaran lagi melonjak naik.

Betapa tidak,  tiba-tiba pemerintah mengumumkan bahwa PNS mendapat jatah dua tunjangan yakni Tunjngan Hari Raya (THR) dan Gaji ke 13, dasar adanya anggaran THR dan gaji ke-13 PNS diberikan karena pemerintah menilai kinerja aparatur sipil negara semakin baik.

Demikian di ungkapkan Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Kadhafi melalui rilis persnya,  Kamis (24/05).

Padahal, menurut Uchok, CBA melihat bahwa kinerja PNS dari kontek penyerapan atau realisasi anggaran atau APBN pada bulan April tidak semua kementerian baik atau tinggi bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Misalnya, Kementerian Pertanian (Kementan) Realisasi anggaran pada bulan april 2018 hanya sebanyak 11.61 persen bila dibandingkan dengan April 2017 yang bisa mencapai sebanyak 14.67 persen. Begitu juga dengan kementerian Sosial, dimana realisasi anggaran pada April 2018 hanya sebanyak 13.52 persen dari total APBN. sedangkan Realisasi anggaran pada Bulan April 2017 mencapai sebanyak 16,30 persen,” ujar Uchok.

Jadi,  kata dia,  dengan THR dan gaji ke 13 yang mencapai kenaikan anggaran sebesar 69 persen merupakan Politik ingin berbaik hati pemerintahan Jokowi kepada para birokrat. Agar ketika memsuki tahun politik, dilihat bahwa pemerintahan sekarang sebagai pemerintahan yang perduli dan sangat baik kepada PNS.

Dia menerangkan, akibat politik berbaik hati ini, pemerintah harus mengeluarkan anggaran paling besar sebanyak Rp.35.7 triliun. Padahal kalau pemerintah Cerdas, anggaran sebesar itu, bisa untuk mencicil utang negara yang sudah mencapai sebesar Rp.4.180 triliun.

“Seharusnya pemerintahan Jokowi harus berkaca kepada Negara Malaysia. Dimana Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad melihat bahwa utang Malaysia sebesar Rp.3.593 Triliun, tapi Perdana Menterinya tidak menghambur anggaran untuk gaji pegawai, malahan melakukan pemotongan anggaran untuk seluruh menteri kabinet sebesar 10 persen,” paparnya. (Apih)

Anda mungkin juga berminat