Presiden Jokowi Kembali Serahkan 3026 Sertifikat Tanah Kepada Warga Bekasi Dan Jakarta

134

BEKASI, (Garudanews.id) – Presiden RI Joko Widodo serahkan sertifikat tanah kepada sebanyak 3026 warga. Diantara warga yang mendapatkan sertifikat, 970 warga Kota Bekasi, 556 warga Kabupaten Bekasi Jawa Barat dan 1500 warga Jakarta Timur, DKI Jakarta. Penyerahan sertifikat tanah dilaksanakan di Asrama Haji Bekasi, kelurahan Marga Jaya Kamis, (31/5).

Dok.red

Presiden Joko Widodo saat penyerahan tersebut didampingi Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil. Turut hadir Sekda Jawa Barat Iwa Karniwa, Pj Walikota Bekasi Ruddy Gandakusumah dan jajaran terkait lainnya.

Jokowi mengatakan program penyerahan sertifikat kepada masyarakat terus dilakukan oleh pemerintah salah satunya guna meminimalisir konflik kepemilikan tanah ditengah masyarakat.

Ia juga menjelaskan bahwa permasalahan terkait dengan kepemilikan tanah masih menjadi persoalan ditengah masyarakat, untuk itu pemerintah terus laksakan penyerahan sertufikat tanah dengan kepemilikan yang jelas.

“Jelas kepemilikannya dan bila bersengketa sudah ada dasar hukum yang kuat bila dibandingkan hanya berdasarkan girik. Ini fakta yang ada dan program ini berlanjut hingga 2019,” kata Joko Widodo.

Jokowi kembali mengingatkan kepada masyarakat yang sudah memliki sertifikat untuk menjaga sertifikatnya dengan baik. Sertifikat tersebut nantinya juga akan berguna untuk keperluan masyarakat yang lain.

“Pegang dan pergunakan dengan baik. Sertifikat ini juga dapat dipakai sebagai jaminan ke bank bila mengajukan pinjaman. Tidak lupa hitung betul besaran kemampuan untuk mengangsur pinjamannya. Untung usaha disimpan,” Jokowi mengingatkan

Seperti diketahui bahwa pemerintah mentargetkan BPN untuk program penyerahan sertifikat tanah hingga tahub depan. Pada tahun 2017 pemerintah juga telah menyerahkan sebanyak 5 juta sertifikat, di 2018 ditargetkan 7 juta sertifikat dan 2019 ditargetkan 9 juta.

Jokowi dalam akhir sambutannya juga berpesan kepada warga Bekasi terkait dengan Pilkada 2018, ia berpesan agar warga Bekasi tetap menjaga persatuan dan kesatuan.

“Jangan sampai hanya karena pilkada ia katakan, hubungan persaudaraan menjadi retak. Kalau pemilihan kepala daerah, bupati, walikota atau gubernur,  silahkan pilih pemimpin yang paling baik setelah bisa itu rukun kembali,” pungkasnya.(mam)

Anda mungkin juga berminat