Harga Daging Ayam Melambung, Disnak Gandeng GPUT Bakal Monitoring Perusahaan Ternak Ayam

78

SUKABUMI (Garudanews.id) – Karena harga daging ayam di Sukabumi melambung, maka Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi bersama Gabungan Pengusaha Unggas Indonesia (GPUI) Sukabumi, dalam waktu dekat ini bakal memonitoring perusahaan ternak ayam.

Langkah tersebut merupakan salah satu solusi alternatif mengenai keluhan kenaikan harga daging ayam di Kabupaten Sukabumi.

“Kami akan mengidupkan kembali GPUI untuk mempermudah pengawasan terhadap pengusaha ayam,” ujar Kepala Disnak Kabupaten Sukabumi, Iwan Karmawan kepada garudanews.id, Rabu (18/7).

Iwan mengakui, harga daging ayam dalam sepekan ini memang mulai mengalami kenaikan cukup signifikan. Kenaikan harga tersebut dari semula hanya Rp 32 ribu per kilogram, kini harganya melonjak menjadi Rp40 ribu per kilogram. “Nantinya GPUI akan mempermudah dan menselaraskan persepsi kenaikan harga saat ini. Sehingga, solusi untuk memecahkan persoalan ini dilakukan bersama-sama,”jelasnya.

Iwan menegaskan, kenaikan harga daging ayam ini diprediksi tidak akan berlarut-larut. Karena beberapa pengusaha ayam dalam waktu dekat ini mulai panen. “Diprediksikan minggu depan juga harga turun lagi. Karena salah satu penyebab kenaiakan harga ayam ini yaitu stok daging menurun,” jelasnya.

Sementara  Pedagang Ayam Potong di Pasar Semi Modern Cicurug, Djunaedi (48), menuturkan kenaikan harga tersebut berdampak terhadap hasil penjualan yang menurun. Padahal sebelumnya jumlah penjualan perhari mampu hingga 150 ekor. Namun saat ini hanya 100 ekor ayam potong yang terjual. “Jelas berpengaruh dan mengalami penurunan penjualan juga. Secara otomatis, pemasukan pun menurun,” keluhnya.

Kata Djunaedi,  akibatnya  banyak konsumen yang mulai mengurangi porsi belanja dan mengalihkan untuk membeli komoditas lainnya. “Ya, paling penjualan pun kita hanya mengandalkan dari langganan saja. Meskipun, jumlah pembeliannya tidak seperti sebelumnya,” pungkasnya. (ded)

Anda mungkin juga berminat