Menangi Pilgub NTB, Ini Harapan FNI Kepada Pasangan Zul-Rahmi

44

LOMBOK (Garudanews.id) – Pasangan Dr. Zuelkiflimansyah – Dr. Sitti Rohmi Djalilah menang dalam Pilgub Nusa Tenggara Barat. Dalam Quick Qount Lingkaran Survei Indonesia, pasangan ini unggul dalam hitung cepat, Zul-Rohmi meraih 30,88% sedangkan pasangan Suhaili – Amin mendapat suara sekitar 26,73%. Kemudian disusul pasangan Ahyar – Mori 25,51% dan Ali – Sakti 17,08%.

Atas unggulnya Zul-Rohmi, selisih perolehan suara dengan nomor urut 1 Suhaili – Amin sebesar 4,15%. Kemenangan Zul-Rohmi tentu membawa harapan yang sangat besar bagi masyarakat NTB. terutama kegembiraan nasyarakat Pulau Sumbawa dalam sejarahnya baru sekarang terpilih Gubernur mewakili Pulau Sumbawa.

“Tentu, kebanggaan tersendiri, namun tidak harus hura-hura merayakan kemenangan Zul-Rohmi. Bagusnya para pendukung mendatangi masjid – masjid berzikir, tahmid, tahlil dan memuji Allah karena telah mewarisi pemimpin yang baik. Sehingga kedamaian bagi masyarakat NTB selalu menjadi faktor utama menentukan masa depan NTB,” ungkap Rusdianto Samawa Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI) di Mataram, saat dikonfirmasi melalui sambungan telpon, kemarin.

Lanjut Bung Rusdi, sapaan akrabnya nelayan seluruh Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, tentu ucapkan terima kasih atas dukungan kepada Zul-Rohmi karena telah sukarela memenangkan paket Zul-Rohmi. Dari 9 Desa di Pulau Lombok dan 6 Desa di Pulau Sumbawa telah terkoordinasi dengan baik untuk komitmen memenangkan Zul-Rohmi.

Sejak nelayan deklarasikan Paket Zul-Rohmi, 3 hari sebelum masa kampanye, semenjak itulah bekerja untuk kemenangan. Pada akhirnya, dari perolehan hasil Quick Qount, Zul – Rohmi ungguli calon-calon lainnya.

Rusdianto Samawa, berharapan bahwa harapan nelayan atas dukungan terhadap pasangan Zul-Rohmi agar mampu memberi kesejahteraan pada nelayan, penguatan basis nelayan, perbaikan sanitasi air minum bagi masyarakat pesisir, membangun Tempat Pengolahan Ikan (TPI) disetiap Desa di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa serta mendorong investasi industri Kelautan dan Perikanan dibidang Tangkap dan Budidaya.

“Yang paling penting adalah mencari jalan keluar secara strategis dan ekonomis bagi nelayan Lobster sehingga mereka bisa menangkap benih Lobster secara aman dan kondusif. Karena, selama ini nelayan Lobster Lombok dan Sumbawa sangatlah sulit untuk meraih kembali kekuatan ekonomi mereka yang sempat membuat masyarakat bahagia,” ujarnya

Namun, karena ada pelarangan terhadap proses penangkapan benih Lobster, maka nelayan Lobster menjadi sangat sulit dalam investasi, budidaya dan ekspor.

“Ya, semoga Gubernur baru nanti Zul-Rohmi dapat memecahkan problem ini secara baik,” harapnya.

Pihaknya pun berharap kedepan mendapat regulasi yang baik dan adanya perlindungan terhadap nelayan sehingga kesejahteraannya terjamin dan pola hidupnya lebih rapi dan tertata. (Her)

Anda mungkin juga berminat