Boikot Produk AS, Warga Turki Rusak iPhone dan Buang Cola

75

ANKARA (Garudanews.id) – Sejumlah warga Turki mulai merespon ajakan Presiden Recep Tayyip Erdogan untuk memboikot produk asal Amerika Serikat.

Mereka melakukan beberapa bentuk protes seperti merusak ponsel iPhone, menyobek uang kertas dolar palsu, hingga membuang Coca Cola ke toilet.

Ini menyusul ketegangan yang muncul dalam hubungan Turki dan AS sejak dua pekan terakhir terkait kenaikan tarif impor, kisruh pembebasan pastor Andrew Brunson dan sanksi lainnya.

“Sejumlah video tersebar online menunjukkan warga Turki menginjak atau menghancurkan iPhone menyusul ajakan Presiden Erdogan untuk memboikot sejumlah produk asal AS khususnya ponsel cerdas buatan Apple,” begitu dilansir CBS News, Kamis, 16 Agustus 2018 waktu setempat.

Salah satu video menunjukkan seorang pria menggunakan palu godam menghancurkan beberapa ponsel iPhone. Sebuah bendera Turki berukuran besar dan beberapa remaja terlihat sebagai latar belakang video ini. Para remaja ini menyerahkan ponsel iPhone mereka untuk dihancurkan.

“Anda pikir Anda siapa?” kata lelaki berpakaian biru itu mengarah kepada Presiden AS, Donald Trump. “Jika Anda mengancam kami dengan kelaparan, Anda hanya akan membuat kami tertawa. Lakukan apa yang dapat Anda lakukan. Lihat sekarang apa yang terjadi pada iPhone,” kata dia sambil menghancurkan beberapa iPhone yang dijejerkan di lantai.

Sebuah video lainnya menunjukkan anggota parlemen dari partai nasionalis Partai Gerakan Nasionalis, Cemal Enginyurt, membeli ponsel Samsung dan meminta rekannya sesama partai untuk membuang iPhone milik mereka dan menginjakknya. Seorang rekannya menyahut bahwa,”AS sedang diseret di lantai.”

Ada juga video-video yang menunjukkan seorang lelaki menembak iPhone miliknya dengna pistol, dan lainnya membakar iPhone di kotak penuh korek api. Seorang jurnalis Israel mengunggah video seorang bocah lelaki Turki menuangkan isi botol Coca Cola ke dalam toilet sebagai bentuk solidaritas terhadap ajakan Erdogan.

CBS News juga melansir sejumlah warga Turki yang marah menyobek kertas dolar palsu sebagai bentuk protes.

Seperti dilansir Reuters, mata uang Turki melemah drastis menjelang akhir pekan lalu setelah Presiden Trump mengumumkan kenaikan dua kali lipat tarif impor produk baja dan aluminium dari Turki dengan masing-masing tarif menjadi 50 persen dan 20 persen.

Ini otomatis menutup para eksportir baja dan aluminimum Turki dari pasar terbesar mereka di AS karena harga jualnya menjadi tinggi dan tidak kompetitif melawan produk sejenis dari negara lain. (Tmp/Lya)

Anda mungkin juga berminat