DPRD Jabar Usulkan Sungai Kalimalang Disulap Seperti Sungai Cheonggyecheon di Korea

254

JAKARTA (Garudanews.id) – Sungai Kalimalang yang terbentang mulai dari Curug di Karawang, melalui Cikarang dan Kota Bekasi, hingga berujung di Jakarta Timur merupakan salah satu ikon Jawa Barat.

Karena itu, pengelolaan Kalimalang tidak bisa dilaksanakan secara parsial. Bentangan Kalimalang yang melalui beberapa kabupaten dan kota, bahkan lintas provinsi ini membutuhkan koordinasi yang komprehensif dari pemerintah terkait.

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Aisyah mengaku sudah menyampaikan usulan ke pemerintah berkali-kali sejak beberapa tahun yang lalu.

Namun, hingga saat ini belum ada gebrakan yang dianggap berarti dari pemerintah provinsi sehingga pelaksanaan di lapangan terkesan business as usual saja.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan secara resmi kepada pemerintah dalam berbagai kesempatan yang relevan. Sudah banyak contoh di dalam dan di luar negeri bagaimana sungai menjadi pusat kegiatan masyarakat yang menyenangkan dan bermanfaat bagi khalayak,” ujar anggota Fraksi Golkar ini.

Seperti dilansir dari Jpnn, Aisyah juga mengaku sangat terinspirasi dengan cara pemerintah Kota Seoul dalam menangani sungai Cheonggyecheon.

Seperti diketahui bersama sungai itu pada masa lalu merupakan ikon kemiskinan Kota Seoul di Korea Selatan.

Berkat kepiawaian walikota yang memiliki wawasan planologi akhirnya sungai tersebut bisa direvitalisasi tidak hanya sebagai saluran air tapi juga menjadi sentra ekonomi dan situs wisata bagi warga kota dan turis.

“Karena Kalimalang melintasi banyak daerah, sudah seharusnya revitalisasi ini dilakukan langsung oleh pemerintah provinsi. Berkat pengalaman dan kemampuan Gubernur terpilih saya yakin Kalimalang bisa disulap menjadi seperti sungai Cheonggyecheon bahkan lebih baik. Kami di DPRD tentu akan memberikan dorongan melalui perencanaan anggaran yang memadai,” paparnya.

Aisyah juga mengaku sudah menyampaikan ide ini kepada gubernur terpilih agar menjadi prioritas di masa kepemimpinannya.

“Seperti yang kita tahu, latar belakang Ridwan Kamil sebagai arsitek dan urban planner level dunia pasti akan lebih dari cukup untuk membenahi,” imbuhnya.

Sementara itu, pengamat kebijakan publik dari Poldata Indonesia, Fajar Arif Budiman menyampaikan bahwa wacana tersebut merupakan hal yang sangat mungkin untuk dijangkau dan direalisasikan.

Revitalisasi sungai Kalimalang akan memberikan dampak positif bagi aspek-aspek lain, misalnya ekonomi, sosial, pariwisata, bahkan akan dapat pula meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat.

“Langkah awal yang harus dikerjakan adalah komunikasi yang efektif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat pasca pelantikan dengan DPRD Provinsi Jawa Barat untuk menyamakan frekuensi dalam memandang urgensi revitalisasi Kalimalang ini, selanjutnya koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota yang terkait,” pungkas Fajar. (Red/Lya)

Anda mungkin juga berminat