Emak-Emak Keluhkan Harga Gas Elpiji Melambung

55

PALEMBANG (Garudanews.id) – Kelangkaan gas elpiji 3 kg tidak hanya terjadi di wilayah Jawa tapi juga di Sulawesi Selatan. Salah satunya di Enrekang.

Hal ini dimanfaatkan oknum pengecer menaikkan harga dari Rp 17.000 di tingkat agen menjadi Rp 30.000.

Keuntungan yang didapat pengecer hampir 100 persen dari harga yang sesungguhnya.

NR salah satu pengecer yang menjual gas elpiji 3 kg seharga 30 ribu rupiah mengatakan dirinya juga membeli dari pengecer lain seharga 25 ribu.

“Jadi saya untung Rp5000,” ujarnya.

Hal ini membuat emak-emak atau ibu-ibu mengeluh dan resah. Apalagi dengan harga gas elpiji 3 kg yang selangit.

”Seharusnya kalau pemerintah mau tegas jangan hanya sampai di tingkat agen, tapi pengecer juga harus ditegasi agar tidak menaikkan harga seenaknya sampai mencapai hampir 100%,” kata Irma salah satu warga Kelurahan Juppandang.

Dilansir dari jpnn, Irma, satu dari sekian banyak ibu yang mengeluhkan tingginya harga gas elpiji yang beredar di semua pengecer di Enrekang.

”Masalahnya gas itu kebutuhan rumah tangga yang sangat mendasar. Jadi mereka para pengecer seenaknya saja mainkan harga. Saya hanya ingin menyampaikan kepada Pemerintah agar tegas menindak oknum yang seenaknya saja mainkan harga. Kasihan kami rakyat kecil,” pungkasnya.  (Red)

 

Anda mungkin juga berminat