Kemarau Panjang di Sukabumi, Harga Sayur Mayur  dan Sembako Naik

255

SUKABUMI (Garudanews.id) –  Musim kemarau panjang di Kabupaten Sukabumi mengakibatkan harga sayur mayur dan sembako disejumlah pasar mengalami kenaikan.

Pasar Tradisional Cibadak yang terpantau terus merangkak naik. Kenaikan tersebut sudah berlangsung selama satu Minggu terakhir ini. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat banyak para petani yang mengalami gagal panen.

“Komuditas yang mengalami kenaikan ini salah satunya, cabe rawit merah keriting dari harga Rp 24 ribu menjadi Rp 28 ribu per kilogram dan kentang sebelumnya hanya Rp12 ribu menjadi Rp 14 ribu perkilogram,”ungkap Koordinator Unit Pasar Cibadak, Agung Koswara kepada garudanews.id, Selasa (04/09).

Lanjut Agung,  ada beberapa sembilan Bahan Pokok (Sembako) seperti beras juga mengalami lonjakan. Beras super asalnya Rp10.000 per kilogram menjadi Rp10.500 per kilogram dan beras IR asalnya Rp 9.000 menjadi Rp 9.500 perkilogram.

“Sudah hampir satu Minggu terakhir ini beberapa komuditas mengalami kenaikan karena pasokan sayur dari petani berkurang,” katanya.

Kata Agung, kendati demikian kenaikan tersebut tidak berdampak terhadap jumlah para pembeli. Karena menurutnya, komuditas tersebut merupakan salah satu kebutuhan sehari -hari.

“Ya, meski harganya naik tapi para pembeli masih banyak. Hanya saja mereka mengurangi jumlah kiloannya, “ ujarnya.

Salah seorang pedagang sayuran di Pasar Cibadak, Rahmat (43) mengaku, sudah satu minggu terakhir ini harga komuditas cabe rawit merah mengalami peningkatan relatif tinggi sehingga hal itu memberatkan para konsumen. Bahkan, tidak sedikit konsumen yang mengeluh.

“Banyak pembeli yang mengeluh karena kenaikan harga ini. Sampai mengurangi jumlah kiloannya,” tuturnya. (ded).

Anda mungkin juga berminat