Soal Dugaan Korupsi pada Proyek Tambak, Kejari Sumbawa Periksa Tiga Rekanan

152

SUMBAWA (Garudanews.id)  – Kejaksaan Negeri Sumbawa akhirnya memanggil tiga orang Subkon yang mengerjakan proyek irigasi tambak di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa untuk diperiksa untuk dimintai ketererangannya sebagai saksi. Ketiga orang subkon tersebut yakni Iwan, Yoyo dan Riki. Iwan dan Yoyo subkon  proyek tambak di Desa Penyaring sementara Riki subkon proyek di Kecamatan Maronge.

Berdasarkan pantauan wartawan dikantor Kejaksaan ketiga subkon tersebut diperiksa secara terpisah. Yoyo diperiksa Kasi Pidsus AA. Raka Putra Dharmana, Riki diperiksa oleh Kasi Inteljen Putra Riza Akhsa Ginting sementara Iwan diperiksa oleh Purning Dahono Putro. Ketiga Subkon yang merupakan rekanan tersebut diperiksa oleh jaksa selama dua jam.

Usai diperiksa jaksa subkon tanah uruk  atas nama Iwan ketika dicegat wartawan mengatakan bahwa yang ditanya oleh jaksa yaitu apa yang dikerjakan dilapangan dan apa yang dibayar. Dan untuk lebih detailnya silakan tanya kedalam (jaksa-red) ketika ditanya berapa uang yang diterima dari PT Jaya Raharja Iwan mengatakan lagi- lagi ia menjawab ada di dalam.

“Yang tanya oleh penyidik itu seputar apa yang kerjakan dan apa yang dibayarkan,”singkatnya (27/9).

Terpisah subkon atas nama Riki mengatakan jumlah yang anggaran yang diterimanya dari PT Jaya Raharja untuk proyek di Kecamatan Maronge sebesar Rp1.071.000.000. Sementara Subkon atas nama Yoyo dirinya menerima angaran dari PT Jaya Raharja sebesar Rp990 juta.

Kasi Inteljen Kajari Sumbawa Putra Riza Akhsa Ginting membenarkan pemeriksaan tersebut.  Menurut Putra sapaan akrabnya bahwa saat ini sudah kita dengar keterangannya baik itu pelapor ataupun penerima kontrak/kerjasama.

Lanjut Putra sedangkan untuk pelaksana dan PPKnya kita agendakan pekan depan. Dan sejauh ini PPK dulu yang akan kita panggil pekan depan,”katanya.

Diketahui Proyek Irigasi tambak di Desa Penyaring dikerjakan oleh PT. Jaya Raharja dengan pagu anggaran sebesar Rp 6,8 milyar. Ketua FMPDP Irwansyah menduga jika dalam pengerjaan proyek tersebut negara telah dirugikan sebesar Rp 3 miliar. (Herman)

Anda mungkin juga berminat