Terkait Kasus Dugaan Korupsi Proyek Penyaring,  Jaksa Periksa Tiga Saksi

152

SUMBAWA (Garudanews.id) – Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa melakukan pemeriksaan kepada tiga orang saksi. Ketiga orang saksi tersebut dimintai keterangannya seputar pembangunan jaringan irigasi tambak di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara Kabupaten Sumbawa pada tahun 2017 lalu.

Ketiga saksi tersebut yakni Ir, Zul, dan AS. diperiksa secara terpisah. Beerdasarkan pantauan wartawan dikantor Kejaksaan Ir diperiksa oleh jaksa penyidik Purning Dahono Putro, As diperiksa oleh jaksa penyidik AA. Raka Putra Dharmana, sedangkan Zul diperiksa oleh jaksa penyidik Putra A. Riza Ginting.

Ketiga saksi tersebut dimintai keterangannya oleh penyidik sekitar dua jam. Terlihat juga Ketua BPD Desa Penyaring Sahabuddin dan Ketua LBH Samawa Kusnaini, SH selaku pendamping dari tiga orang yang terperiksa.

Usai diperiksa oleh penyidik jaksa, Irwansyah Ketua Forum Masyarakat Peduli Desa Penyaring (FMPDP) mengatakan jika dirinya ditanya mengenai masalah proyek jaringan irigasi tambak, subkon dan proses PHO. Karena pada saat itu saat dirinya demo bahwa dijelaskan oleh Pahrianto sebagai pelaksana teknis. Bahwa ada sisa subkon pak Riki dan Yoyo untuk ditahan dulu uang yang 5 persen. Dan menurut Pahrianto uang tersebut sudah dicairkan.

“Pak Riki sisa uangnya Rp 116 juta. Pak Riki ini yang mengerjakan yang diwilayah Maronge. Karena proyek tersebut dua lokasi. Sedangkan pak Yoyo mengerjakan di Penyaring. Dia mengerjakan pasangan batu dan pintu air. Dan sisa uang pak Yoyo yang belum dibayarkan saat itu Rp 209 juta dan saat ini sudah lunas,” ungkap Irwansyah.

Lanjut Irwansyah yang menjadi pertanyaan kenapa pihak BWS berani menandatangani PHO sementara fakta dilapangan fisik dilapangan pekerjaan belum selesai. Terus masalah yang 5 persen. Kenapa tidak ditahan?

“Dan hingga saat ini proyek tersebut belum selesai. Padahal kontrak proyek tersebut berakhir desember 2017 lalu. Namun, hingga saat tiga pintu air masih dalam pengerjaan,” bebernya.

Tambah Irwansyah sehingga kami menduga bahwa pengerjaan proyek tersebut telah terjadi perbuatan korupsi. Dan dugaan kami korupsinya mencapai Rp 3 Miliar.

Terpisah Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa Paryono menegaskan bahwa ketiga orang tersebut hanya dimintai keterangannya seputar pengerjaan proyek irigasi tambak di Desa Penyaring tahun 2017 lalu. Soal hasilnya nanti. Soal apakah ada keterangan lain pasti. Kalau cuman tiga orang kan belum bisa.

“Dalam hal ini ketiga orang tersebut belum bisa dikatakan sebagai saksi. Dan itu hanya dimintai klarifikasi/keterangannya. Apakah besok akan ada lagi orang yang akan dimintak keterangannya? Menurut Kajari itu kan tergantung timnya. Kapan timnya menjadwalkan,” singkat Kajari. (Her)

Anda mungkin juga berminat