Komitmen Jokowi Soal Swasembada Pangan Dipertanyakan

92

BANTEN (Garudanews.id) – Memasuki tahun kelima pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), masalah ekonomi masih menjadi persoalan serius. Bahkan, berdasarkan survei terkini, daya beli masyarakat mengalami penurunan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya, masih tingginya angka impor, selain itu dominasi usaha masih dikuasai oleh kelompok dan group tertentu. Dengan demikian, indikasi adanya monopoli usaha kian menguat.

Menanggapi persoalan tersebut, putri mendiang Presiden RI ke-2, Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto ikut angkat bicara.

Mantan politisi Golkar yang saat ini nyaleg lewat Partai Berkarya ini mempertanyakan kebijakan impor yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi. Padahal sebelumnya, memasuki masa kempanyenya pada 2014 silam, Jokowi pernah berjanji akan swasembada ketiga jenis bahan pokok. Diantaranya padi, jagung dan kedelai (padale).

“Katakan saja misalnya kondisi pangan dan pertanian. Waktu itu ada yang janji dalam waktu 3 tahun akan swasembada pajale, tapi kenyataannya sampai sekarang bukannya swasembada malah impor,” kata Titiek di depan peserta temu relawan lintas ormas pendukung Prabowo-Sandiaga Uno di Kota Cilegon, Banten, Rabu (14/11).

“Bayangkan kita negara yang kaya raya diberi tanah yang subur oleh Allah apa saja bisa tumbuh ini malah beras, jagung, cabe aja impor, kemudian garam impor, cangkul aja impor orang Banten,” lanjutnya.

Titiek kemudian menyinggung janji Jokowi yang tak ditepati. “Jadi kalau ada orang janji terus nggak ditepati namanya apa?” tanya Titiek kepada hadirin.

Sontak relawan Prabowo-Sandi menyebut dengan kata ‘bohong’.

Titiek kemudian mengeluarkan celetukan. “Bohong kok minta dipilih dua kali,” kata dia berseloroh.

 

 

Anda mungkin juga berminat