Rommy Sebut Humphrey Djemat Ketum PPP Palsu

132

BREBES (Garudanews.id)  – Seteru dualisme kepemimpinan di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP)  saat ini rupanya terus berlanjut.

Bahkan keduanya saling klaim sebagai partai yang mendapatkan legitimasi dari masyarakat dan umat.

Sementara itu,  Ketua Umum PPP Romahurmuziy atau yang akrab disapa Rommy,  menuding Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat sebagai sosok petualang politik yang terus menerus mencatut nama partai ka’bah, dengan mengaku sebagai ketua umum PPP.

Bahkan dirinya pun mengklaim bahwa di tubuh PPP tidak ada dualisme kepemimpinan.

“Humphrey Djemat itu petualang politik dan barangkali tidak pernah nyoblos PPP. Jangan ada yang terbingungkan dengan manuver murahan petualang politik,” kata Rommy di Brebes, Jateng, Minggu (25/11).

“Tidak ada dualisme dalam PPP. Itu sudah berakhir pada Juli 2017. Karenanya Saudara Humphrey Djemat sudah saya peringatkan untuk tidak ngaku-ngaku. Jadi kalau ada nabi palsu, ini ada PPP palsu,” katanya.

Rommy pun mengaku sudah mengambil langkah tegas dengan mempidanakan Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta itu.

Humphrey telah dilaporkan ke pihak berwajib karena mengaku sebagai ketua umum PPP.

“Saat ini lagi proses pidana karena mengaku PPP dan membohongi publik,” tegas Rommy.

Rommy juga menambahkan, bahwa PPP hasil Muktamar Jakarta 2016 sudah memutuskan pilihan pada Pilpres 2019.

Dia mengklaim PPP dari Sabang hingga Merauke sudah memutuskan memberi dukungan kepada pasangan Jokowi-Maruf pada Pilpres menedatang.

Diketahui, sebelumnya, PPP kubu Muktamar Jakarta memutuskan mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Keputusan tersebut diambil lewat musyawarah kerja nasional atau Mukernas III di Gedung Galery Jalan Talang No 3 Menteng, Jakarta Pusat pada 15-16 November 2018 lalu. (Edr)

Anda mungkin juga berminat