Hadiri Deklarasi di Bangkalan, Jokowi Tepis Isu Yang Menerpa Dirinya

95

BANGKALAN (Garudanews.id) – Calon Presiden nomor urut 1 Joko Widodo hadiri acara Deklarasi Akbar Ulama Madura, di pulau penghasil garam, Rabu (19/12) siang.

Dalam kesempatan tersebut, Joko Widodo menyampaikan klarifikasi tentang isu-isu tak sedap yang menerpanya, bahwa dirinya itu adalah PKI, padahal menurutnya PKI dibubarkan pada tahun 1966 sedangkan Jokowi sendiri lahir pada tahun 1961.

“Waktu itu saya berusia 4 (Empat) tahun. Dan logikanya mana ada anggota PKI balita,” ujarnya dihadapan ribuan para pendukungnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa dirinya di isukan anti ulama, padahal menurutnya hampir setiap hari bertemu dengan ulama’.

“Kemudian penetapan hari santri nasional siapa yang tanda tangan, kalau saya anti ulama’ saya simpan saja tidak usah ditandatangani,” tuturnya.

Ia menambahkan, bahwa dirinya pernah diisukan sebagai antek asing, bahkan dirinya menjelaskan pada tahun 2015 pihaknya telah mengambil blok mahakam yang waktu itu dikuasai asing dan diserahkan 100 persen ke Pertamina.

“Yang terakhir ini saham freeport sudah kita kuasai 51 persen. Kok bisa masih dibilang antek asing,” pungkasnya. (Sms)

Anda mungkin juga berminat