Ini Alasan Kwik Kian Gie Tolak Perpanjangan Kontrak Pertambangan Asing

186

JAKARTA (Garudanews.id) – Mantan menteri koordinator ekonomi Kwik Kian Gie mengungkapkan, kkeberadaan investasi asing yang ada saat ini kerap merugikan bangsa Indonesia. Bahkan ia mengklaim saat menjabat sebagai menteri pada periode 1999-2004 menjadi pihak yang paling getol menolak perpanjangan kontrak pertambangan bagi perusahaan asing.

“Ini menjadi pertanyaan, setelah semua terjadi mengapa tidak diambil sendiri (kekayaan alam dikelola oleh negara). Saya tidak bisa memahami (kebijakan) itu,” ujar Kwik pada diskusi Rabu Biru yang digelar Media Center Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno di Jakarta, Rabu (19/12) petang.

Dirinya juga mengaku sependapat dengan Prabowo yang menyebut korupsi di Indonesia ibarat kanker stadium empat. “Urusan tidak mau bekerja, urusan yang disebut Prabowo korupsi bangsa bagaikan kanker stadium empat,” ucapnya.

Kwik menambahkan, kurs rupiah juga terus merosot karena pemerintah tidak mampu mencetak devisa bagi negara. Bahkan, nilai ekspor tidak sebanding dengan impor, karena kekayaan alam masih banyak dieksploitasi asing.

“Sekarang bagaimana outlook 2018 yang sebentar lagi berakhir, tinggal baca. Semua menganggap negara kaya, tapi semua diimpor. Ini tidak masuk akal,” katanya.

Kwik lantas mengingatkan pemerintah untuk benar-benar menjalankan paket kebijakan yang tidak koruptif. “Karena penting diketahui dalam kehidupan ekonomi kebijakan yang diambil hari ini dampaknya dua tahun depan,” pungkas Kwik. (red)

 

Anda mungkin juga berminat