Kejari Ba’a Ancam Jemput Paksa Feky Siubelan dan Yat Muskananfola

218

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Pihak Kejaksaan Negeri Ba’a mengaku telah melakukan pemanggilan sebanyak tiga kali terhadap Feky Siubelan Selaku Ketua TPK Desa Lidamanu dan Yat Muskananfola Selaku Bendahara Desa Lidamanu Kecamatan Rote Tengah Kabupaten Rote Ndao.

Feky Siubelan bersama Yat Muskananfola keduanya dikatahui mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Ba’a Rote .

Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a Rote, Edy Hartoyo SH mengatakan, pihaknya melakukan pemanggilan melalui surat terhadap Feky Seubelan Ketua TPK Desa Lidamanu Kecamatan Rote Tengah untuk didengar dan dimintai keterangan  terkait kasus dugaan penyelewengan Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2017.

“Kami sudah melayangkan surat Ke Tiga kepada Feky Siubelan selaku Ketua TPK dan Yat Muskananfola Selaku Bendahara Desa Lidamanu untuk menghadap ke salah satu penyidik yang ada di Kantor Kejaksaan Negeri Ba’a namun hari ini (kemarin) Feky Siubelan dan Yat Muskananfola Bendahara Desa tidak datang memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan tanpa alasan yang jelas,’’ ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, Edy Hatoyo SH, saat ditemui Wartawan Media ini diruang kerjanya, Senin (10/12).

Menurutnya,  jika pada panggilan pertama tidak dapat memenuhi panggilan penyidik kembali menyurat kembali pada pekan depan seperti surat pemberitahuan yang dilayangkan sebelumnya hingga ketiga kalinya. Namun sampai surat panggilan ketiga namun Feky Siubelan dan Yat Muskananfola Bendahara Desa Lidamanu tidak datang untuk menghadap penyidik dan tetap mangkir.

Jika pemanggilan selanjutnya kedua orang tersebut tetap mangkur, pihaknya akan melakukan penjemputan secara paksa.

‘’Kalau untuk panggilan ke tiga Feky Seubelan ketua TPK dan Yat Muskananfola Bendahara Desa Lidamanu masih tetap mangkir kami masih berikan toleransi, namun jika yang bersangkutan sudah empàt kali kami layangkan surat panggilan, namun tidak kooperatif dan tetap saja mangkir terpaksa yang kami lakukan jemput secara paksa,’’ tegasnya.

Untuk itu, ia berharap, agar ketua TPK dan Bendahara Desa Lidamanu bersikap kooperatif untuk datang memenuhi panggilan penyidik agar pihaknya dapat mendapat keterangan dari yang bersangkutan terkait perkara tindak pidana korupsi penyimpangan ADD dan DD 2017 sehingga kasus ini bisa terselesaikan dengan secepatnya. (Dance)

Anda mungkin juga berminat