Persoalan Infrastruktur di Ketapang Jadi Sorotan Publik

75

KETAPANG (Garudanews.id) – Pemerintah kabupaten Ketapang Kalimantan Barat diminta memperhatikan pembangunan infrastruktur jalan yang menghubungkan antar kecamatan.

Hal itu menyusul adanya kerusakan sejumlah titik jalan nasional ruas Sei Kelik-Tayap yang saat ini rusak berat berkubang lumpur. Padahal jalan tersebut merupakan sarana transportasi darat yang sangat vital karena merupakan poros jalan utama selain jalan Pelang – Tumbang Titi.

Wajiman (40), warga setempat mengeluhkan adanya kondisi jalan yang ada di daerahnya. Pasalnya jalan Pelang – Tumbang Titi bukan hanya jalan yang menghubungkan antar kecamatan di kabupaten Ketapang, akan tetapi jalan itu juga akses menuju antar kabupaten di provinsi Kalimantan Barat.

“Kami warga masyarakat tentunya sangat kecewa dengan pemerintah. Karena dengan kondisi jalan yang dilalui aja tidak perduli bagaimana dengan nasib ekonomi masyarakat. Dan kami nilai pemerintah tutup mata dengan kondisi ini. Pembangunan seoalah dipusatkan di daerah dekat ibu kota kabupaten,” ujar Wajiman kepada media ini, Rabu (12/12).

Pihaknya juga menuding  pemerintah daerah hanya mengakomodir kepentingan perusahaan yang masuk di wilayah kabupaten Ketapang.

“Mungkin karena perusahaan tersebut merupakan penghasil devisa negara dengan membayar dana PSDH-DR. Seharusnya  dana tersebut dikembaikan demi kelangsungan hajat hidup orang banyak,” bebernya.

Selain itu, dirinya juga menilai pemerintah tidak berdaya dengan kehadiran perusahaan yang hanya pengeksploitasi hutan di daerahnya. Sehingga, sampai saat ini masih beroprasi dan membawa kayu-kayu log yang melebihi tonase pada ruas jalan tersebut.

“Padahal kan bisa dikurangi tonase angkutan kayu-kayu lognya yang disesuaikan dengan kemampuan beban jalan nasional kalau pemerintah yang berwibawa dan berdaulat,”  tutur dia kesal.

Untuk itu, sebagai warga masyarakat yang ingin perekonomian di daerahnya lancer, Wajiman meminta pemerintah pusat dan provinsi menyelesaikan persoalan infrastruktur.

“Apabila sampai pelaksanaan Pemilu yang akan dilaksanakan April 2109 nanti jalan ini tidak juga dibangun, kami akan boikot pemilu baik pileg maupun pilpres,” pungkasnya. (Amn/Hnn)

Anda mungkin juga berminat