Soal Kematian Balita, DPRD Rote Ndao Kecam Dirut RSUD

203

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Kasus meninggalnya balita yang dirujuk akibat kurang respon pihak rumah sakit mendapatkan tanggapan serius dari Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Rote Ndao, Charli Li’an. Hal tersebut terungkap saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur RSUD Ba’a dan staf Dinas Kesehatan pada, Rabu (12/12) Pagi, yang dihadiri Wakil Ketua Komisi B, Nur Yusak Ndu Ufi.

“Kita Komisi B tegas dan berkomitmen jika Direktur tidak hadirkan petugas loket maka RDP ini akan kami lanjutkan ke aparat penegak hukum.  Pasalnya kami di sini ingin mengetahui secara jelas kronologi persoalan kematian Bai yang dirujuk itu sebab nyawa manusia,” Charli Li’an dengan nada kesal.

Apalagi, pelayan RSUD Ba’a akhir akhir ini dinilainya sangat buruk. Menurutnya persoalan yang terjadi di RS Ba,a bukan hanya kali ini saja, sehingga pembenahan ini sangatlah penting.

“Kami tidak akan main main soal kejadian yang menimpa masyarakat,”  kata  Carly Lian, yang juga politisi PPP ini.

Lebih lanjut ia mengatakan, bahwa pihaknya akan mengevaluasi soal kinerja tim medis, yang benar benar menghasilakan jalan keluar yang terbaik. Sehingga kedepan tidak ada lagi yang menjadi korban akibat ulah para pekerja medis yang tidak memberikan pelayanan di RSUD maupun di Puskesmas.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Dr Suardi, menyampaikan berbela sungkawan kepada keluarga besar pasien Kaisar Idris Loe. Terlepas dari benar atau tidaknya kelalaian yang dilakukan oleh dinasnya, ia menyampaikan permohonan maaf.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi langkah yang sudah di lakukan oleh para Anggota DPRD dalam hal ini Komisi B.

“Karena ini merupakan satu evaluasi pembenahan kinerja yang sangat penting dan apabila dalam penyampaian kronologis kejadian ini kami memang bersalah atau lalai maka kami tidak akan menutupinya,”  ucap Kadis.

Sementara hal yang berbeda di sampaikan Direktur RSUD Ba’a Dr Ady. Menurut dia, berdasarkan pengakuan dari stafnya yang  melayani di loket pada saat itu bahwa ibu pasien Kaisar Idris Loe hanya datang meminta rujukan ke Kupang dan tidak membawa pasien. Kemudian petugas loket meminta ibu pasien untuk menunggu dan mengambil nomor antrian. Namun ibu pasien Ngotot berangkat ke kota Kupang dan akhirnya di ijinkan oleh petugas loket tanpa surat rujukan dari RSUD Ba’a Rote.

Pernyataan Dr Ady tersebut mendadak membuat suasana dalam ruang komisi memanas, salah seorang Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, mendadak marah dan mengebrak meja dan meminta alasan mengapa petugas loket membiarkan ibu pasien membawa anaknya Rujuk Ke RS Kota Kupang tanpa surat rujukan.

“Apabila pihak keluarga ngotot untuk merujuk pasien ke kota Kupang tanpa surat rujukan lanjut maka seharusnya pihak RSUD Ba’a tidak boleh membiarkan dan harus memberi penjelasan secara baik dan benar agar bisa di pahami oleh keluarga pasien. Sebab pasien telah mengantongi surat rujukan dari pihak Puskesmas Oelaba bukan serta merta di biarkan dan ini jelas merupakan kelalaian dari petugas loket,” ujarnya.

Selanjutnya,  RDP tersebut akan diagendakan kembali dan menghadirkan petugas loket dan juga ibu korban agar di ketahui secara jelas duduk persoalanya karena kejadian serupa bukan baru pertama kali terjadi,apalagi penjelasan dari Direktir RSUD Baa terkesan ingin menutupi kelalaian stafnya sebab berbeda dengan keterangan ibu Pasien .

Rapat Dengar pendapat kemudian di tutup dan sama sekali tidak membuahkan hasil sama sekali, kesimpulan dan akan di agendakan kembali dengan menghadirkan kedua belah pihak termasuk ibu pasien dan petugas loket. (Dance)

Anda mungkin juga berminat