Sandiaga Uno Mengaku Bangun Poyek Tol Cikampek-Palimanan Tanpa Utang

82

JAKARTA (Garudanews.id) –  Pemerintahan Joko Widodo saat ini tengah menggenjot proyek pembangunan infrastruktur di penjuru Tanah Air, namun sayangnya sejumlah masalah muncul. Pasalnya, proyek strategis nasional yang digagas oleh Jokowi itu dibiayai oleh utang luar negeri.

Akibatnya, utang luar negeri Indonesia kini kian melambung. Bahkan, saat ini kalau dihitung dari jumlah penduduk Indonesia, bayi lima tahun (balita) harus juga menanggung jatah utang negera sebesar Rp17 juta.

Bank Indonesia (BI) mencatat, utang luar negeri Indonesia mencapai US$358 miliar pada akhir Juli 2018. Angka itu meningkat 4,1 persen dibanding periode sama 2017 (year on year/yoy).

Jika dirupiahkan, utang luar negeri Indonesia itu setara Rp5.191 triliun dengan asumsi Rp14.500 per dolar AS.

Kebijakan pemerintah Jokowi rupanya berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Sandiaga Uno saat membangun proyek tol Cikampek-Palimanan. Ia punya cerita sendiri sebagi pemilik Saratoga Sandiaga S. Uno. Sandi saat itu  merupakan salah satu pemegang saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS) yang merupakan pemegang konsesi tol Cikampek-Palimanan.

Cawapres nomor Urut 02 ini menegaskan, jika nanti terpilih pada Pilpres 2019 dirinya tak akan bergantung pada utang.

Dia kemudian mencontohkan proyek tol Cikopo-Palimanan yang bisa dibangun tanpa berutang.

“Bisa (tanpa utang), saya sudah membangun Cikopo-Palimanan 116 kilometer tanpa utang sama sekali,” kata Sandi usai berdialog dengan pelaku UMKM di Foodcourt Urip Sumoharjo, Surabaya, Selasa (1/1).

Sebagai informasi, keterlibatan Sandiaga Uno di pembangunan infrastruktur tol Cikopo-Palimanan melalui PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator tol tersebut.

Sebelumnya, Sandiaga mengaku saat tol tersebut mulai dibangun, dia masih memiliki saham di PT LMS. Setelah maju sebagai salah satu kontestan di Pilkada DKI 2017 Sandiaga baru melepas sahamnya di PT LMS.

Dia pun menilai, alasan pemerintah tak bisa menerapkan hal ini lantaran ada kebijakan yang lebih berpihak pada penambahan utang.

“Sudah dibuktikan dan Bu Sri Mulyani dan Pak Darmin Nasution sudah mengakui juga. Tapi tidak dilakukan, karena apa? Karena ada kebijakan yang lebih pro kepada penambahan utang,” lanjut pria berlatar belakang pengusaha sukses itu.

Selain itu, Sandiaga menerangkan, jika di masa kepemimpinannya nanti akan meningkatkan infrastruktur, maka bisa dilakukan dengan cara lain. Misalnya menggandeng para pelaku usaha untuk menjadi investor.

“Prabowo-Sandi akan fokus kemitraan pemerintah dengan badan usaha, kita membangun infrastruktur kita boleh, tapi kita libatkan dunia usaha. Kita libatkan semua pemangku kepentingan supaya tidak memberatkan pembiayaan negara,” terang Sandiaga.

Menurut Sandiaga, seharusnya negara bisa lebih fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Misalnya dengan membuka lapangan pekerjaan hingga menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Pembiayaan negara itu harus difokuskan kepada kesejahteraan masyarakat, membuka lapangan kerja, itu tugas pemerintah, menjaga stabilitas harga-harga bahan pokok itu tugas pemerintah, itu mestinya menjadi prioritas pemerintah, bukan membangun infrastruktur dengan menambah hutang,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya Sandiaga Uno merupakan Dirut PT Baskhara Utama Sedaya selaku pemegang 45% saham LMS, Sandi mengaku punya impian dari proyek ini. Keberadaannya dalam proyek tol ini tak terlepas dari asal muasalnya dari Indramayu, kota yang akan dilewati oleh tol tersebut.

Bahkan lebih jauh lagi, proyek ini juga punya arti penting bagi sahabat bisnisnya yaitu Edwin Soeryadjaya. Dua orang ini memang sebagai pendiri Saratoga dan Recapital.

“Ini betul-betul impian, Ibu saya dari Indramayu dan Pak Edwin dari Majalengka. Ini sumbangsih kita untuk kedua orang tua kita,” katanya di acara groundbreaking tol Cikampek-Palimanan, di Cikopo, Purwakarta beberapa waktu yang silam.

 

 

Anda mungkin juga berminat