Emil Dituding Tidak Paham Soal Perencanaan Pembangunan Tol Cigatas

146

BANDUNG (Garudanews.id) – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau yang sering disapa Emil mendapatkan beragam komentar pedas dari nerizen terkait dengan pernyataannya melalui akun Twitter pribadinya yang menyebut pembangunan Tol  Cileunyi-Garut-Tasik (Cigatas) hadiah dari presiden Joko Widodo untuk masyarakat Garut dan Tasikmalaya.

Dalam komentarnya, kata Ridwan Kamil juga menyebutkan, pelaksanaan pembangunan Tol  Cigatas itu bakal dimulai pada awal Tahun 2019.

“MACET BANDUNG-GARUT dan BANDUNG-TASIKMALAYA akan diselesaikan melalui proyek Jalan Tol CIGATAS (Cileunyi-Garut-Tasik), yg pencanangannya diumumkan Presiden Jokowi kemarin di Cibatu Garut. Hadiah utk warga Garut & Tasikmalaya. Pelaksanaannya Insya Allah tahun 2019 ini. #JabarJuara” tulis Ridwan Kamil di akun Twitter pribadinya, Sabtu (19/1) krmarin.

Terkait dengan cuitan Ridwan Kamil soal Tol Cigatas itu  mendapat respons dari eks Wakil Bupati Garut yang juga adalah seorang artis, yakni Diky Candra.

Menurut Diky Candra, proyek Tol Cigatas sudah lama direncanakan yaitu sejak dia masih menjabat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

“Proyek ini sudah lama direncanakan sejak saya masih menjabat di era pa @SBYudhoyono gub @aheryawan kepala bapedaprovnya prof deni. Saat senang dan meminta agar mengantisipasi sektor ekonomi limbangan kersamanah yg nantinya tidak lagi jadi jalur lintas.sip,” kata Diky Candra, menanggapi cuitan Ridwan Kamil.

Selain Diky Candra, politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean juga mengomentari cuitan Ridwan Kamil soal Tol Cigatas.

Menurut Ferdinand Hutahaean, Ridwan Kamil dianggap telah melakukan sebuah kebohongan.

“Ncik @ridwankamil , kalaupun mau menjilat memuji Jokowi, boleh saja. Tp jgn gunakan data dan info yang tdk jujur. Jangan bohong utk menutupi sejarah,” tulis Ferdinand Hutahaean, Minggu (20/1).

Sementara itu, cuitan Ferdinand Hutahaean itu langsung mendapatkan respons dari Ridwan Kamil.

“Definisi perencanaan itu sejak dimulainya kajian feasibility study (FS). FS tol cigatas baru dimulai di 2016. Jika belum FS itu namanya “niat baik”. Terima Kasih,” kata Ridwan Kamil, Senin (21/1).

Buntut dari cuitan Ridwan Kamil juga ternyata mengundang banyak reaksi negatif dai para warganet.

Berikut cuitan warganet di Twitter   menanggapi pernyataan Ridwan Kamil soal Tol Cigatas.

Terbaru, mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu juga turut berkomentar terkait cuitan Ridwan Kamil di Twitter soal Tol Cigatas.

Menurut Said Didu, untuk perencanaan jalan Tol, dibutuhkan tujuh tahap yang harus dilakukan terlebih dahulu.

“Pak @ridwankamil yth, saya jlskn tahapan perencanaan jalan Tol : 1) study kepadatan lalu lintas, 2) pra study kelayakan (ekonomi, lingkungan, sosial dll), 3) penetapan ruas jalan tol, 4) study kelayakan rinci, 5) lelang kepada investor, 6) pembebasan tanah, 7) konstruksi,” kata Said Didu.

Adapun cuitan Ridwan Kamil terkait Tol Cigatas semakin ramai kala Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah pun turut mengomentari pernyataan Ridwan Kamil.

Dilansir dari tribunjabar, lanjut Fahri Hamzah, sebaiknya Ridwan Kamil tidak terlalu partisan, dan diminta fokus saja dengan perannya sebagai seorang Gubernur.

“Pesan saya kepada bang RK dan semua gubernur, lunakkan langkah dan jangan terlalu partisan, kasihan rakyat kalau calon anda kalah nanti hubungan dengan pemerintah pusat kurang baik, dana transfer terganggu rakyat yg susah…Fokuslah seperti Gub sumut..DKI dkk,” kata Fahri. (Chep)

Anda mungkin juga berminat