Ribuan Alumni dari 115 Perguruan Tinggi Deklarasikan Dukungan kepada Prabowo-Sandi

151

JAKARTA (Garudanews.id) – Banyaknya kasus operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  yang melibatkan sejumlah kepala daerah hingga pejabat kementerian menjadi perhatian serius calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Bahkan, ia berjanji bila mendapatkan amanat dari rakyat untuk memimpin bangsa ini, akan berkomitmen untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dari korupsi.

“Saya akan meminta para menteri untuk menandatangani komitmen bahwa dirinya tidak akan memperkaya diri sendiri, memberikan proyek kepada keluarganya, saudaranya, tetangganya. Harus transparan dan memakmurkan rakyat. Kalau mereka tidak mau tanda tangan maka dia tidak layak bergabung dalam kabinet Indonesia Adil Makmur,” kata Prabowo pada acara Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia di Gedung Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu, (26/1).

Dalam keterangan persnya, Prabowo akan memilih calon menteri yang miliki rekam jejak bersih dan berintegritas.

Deklarasi itu dihadiri sekitar 4.400 alumnus dari 115 perguruan tinggi di penjuru Tanah Air.

Komitmen Prabowo untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih bukan tanpa alasan karena pembangunan infrastruktur saat ini tidak berdampak langsung kepada masyarakat. Pembangunan hanya dinikmati oleh segelintir orang.

“Kita mengerti masalah yang dihadapi, elite Indonesia telah gagal. Kalau ksatria, kalau punya rasa tanggungjawab, kalau tidak berhasil, sebagai bangsa yang besar, bangsa yang kuat, maka elitenya akan minta maaf dan tinggalkan panggung,” kata Prabowo.

Untuk menopang pemerintahan yang bersih, Prabowo berjanji akan meningkatkan kesejahteraan aparatur  penegak hukum seperti hakim dan polisi.

“Kita ingin kita dihormati dan disegani. Kita ingin hakim kita tidak bisa disogok. Itu cita-cita kita bersama,” pungkas Prabowo. (Red)

Anda mungkin juga berminat