Kecewa Dengan Kepemimpinan Jokowi, Masyarakat Jateng Inginkan Perubahan

158

SOLO (Garudanews.id) –  Ternyata masyarakat Jawa Tengah (Jateng) yang menginginkan perubahan kepemimpinan nasional lebih besar ketimbang saat pemilihan gubernur pada Juni 2018. Hal itu dikemukakan Direktur Materi Debat dan Kampanye Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga S Uno (BPN Prabowo – Sandi) Sudirman Said di Jakarta, Selasa (1/1).

“Sejak Pilgub Jateng selesai sampai sekarang, saya terus keliling Jawa Tengah. Saya melihat gairah masyarakat menyongsong perubahan tidak pernah surut,” ujar Mantan menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM) itu.

Ia mengaku menangkap besarnya gairah masyarakat akan perubahan sejak mengikuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng 2018.

Tokoh asal Brebes yang akrab disapa dengan panggilan Kang Dirman itu lantas mencontohkan munculnya berbagai posko di Jateng untuk pemenangan Prabowo – Sandi. Padahal, selama ini Jateng dikenal sebagai basis suara PDIP dan pendukung Joko Widodo (Jokowi).

“Peresmian posko perjuangan di berbagai titik di seluruh Jateng membuat rakyat makin semangat,  termasuk di Solo (kota asal Presiden Jokowi, red),” ucapnya.

Menurut Sudirman, antusiasme masyarakat yang menginginkan perubahan terhadap kepemimpinan nasional juga sangat besar di Solo Raya. “Insyaallah masyarakat Solo Raya juga sangat antusias menyongsong perubahan kepemimpinan nasional,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu pengusaha lokal asal Banyumas, Hendra (50) mengatakan sejak kepemimpinan Joko Widodo, banyak pengusaha asal Jakarta khususnya group yang memiliki kapital besar masuk ke wilayahnya. Sehingga bagi pengusaha menengah sulit untuk bersaing.

“Banyak dari teman-teman saya yang ikut tender di pemerintah daerah harus tersingkir. Karena perusahaan besar asal Jakarta diberikan kemudahan untuk masuk. Dan ini terjadi saat pemerintahan Jokowi. Kalau terus menerus begini, pengusaha lokal yang tidak memiliki back up modal besar bakal tergusur. Kami berharap ada pergantian kepemiminan nasional. Karena saya lihat presiden sekarang tidak berpihak kepada pengusaha lokal,” keluhnya.

Selain itu, , masyarakat petani di pedesaan juga saat ini sangat kecewa dengan kepemimpinan Jokowi. Karena kebijakan pemerintah terkait dengan hasil pertanian kerap tidak berpihak kepada masyarakat kecil.

“Dulu kami berharap dengan sosok Jokowi sederhana sebagai cermin masyarakat, sehingga dia (Jokowi) berpihak kepada wong cilik. Tapi nyatanya setelah terpilih berubah seratus delapan puluh derajat. Jokowi malah berpihak kepada para pemodal besar. Saya benar-benar sangat kecewa,”  ucapnya. (Chep)

 

Anda mungkin juga berminat