Ketua dan Anggota DPRD Rote Dinilai Tidak Kompak

206

ROTE NDAO (Garudanews.id) –  Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dinilai tidak kompak dalam menyikapi soal warga yang ingin menyampaikan aspirasinya ke wakilnya di parlemen.

Hal itu terungkap menyusul keterangan Ketua DPRD Rote Ndao  Alfred Saudila yang membantah tudingan Anwar Kiah, anggota DPRD fraksi Partai Kebangiktan Bangsa (PKB) yang menyebut  Ketua DPRD menolak aspirasi keluarga Boik.

Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao Alfred Saudila mengatakan, apa yang di sampaikan oleh Anwar Kiah, terkait dirinya selaku pimpinan DPRD yang menolak menerima Keluarga Boik, merupakan pendapat pribadi.

“Apa yang di sampaikan oleh Anwar Kiah itu menurut saya dia berbicara secara personal bukan secara lembaga, dan  saya pikir Pak Anwar Kiah salah bicara, dan juga salah  penyampaian sekali. Saya tegaskan itu penyampaian secara pribadi dari Anwar Kiah bukan secara Lembaga,” ujar Alfred, belum lama ini.

Menurutnya, pihaknya bukannya tidak mau menerima. Justru ia mengaku tetap  menerima siapa saja terkait dengan aspirasi warga. Karena, kata dia, baik lembaga maupun personal tidak boleh menolaknya.

“Jika terjadi sesuatu maka siapa yang akan bertangungjwab,” tegasnya.

Sementara itu, terkait dengan pembelaan diri Ketua DPRD Alfred Saudila, anggota DPRD Anwar Kiah, Kamis (24/1), mengatakan apa yang disampaikan oleh ketua sah-saja untuk membela diri. Tapi, kata Anwar, saat itu banyak saksi.

“Ada pak Helmi J Tolla, Nur Y Ndu’ufi, Deni Mooy, Mikael Manu, juga  menyaksikan pernytaan pak ketua, pak sekwan sampaikan kepada polisi bahwa , saya sudah kontak pak ketua, jadi pak ketua bilang jangan terima keluarga besar bo’ik dan tutup pintu ruang parnipurna,” ujar Anwar saat diwawancarai garudanews.id soal penolakan DPRD terhadap  warga yang ingin mengadukan aspirasinya.

Menyikapi persoalan tersebut,
Direktur Politik dan Administrasi Publik Center Of Public Policy (PCPP) Dr Bambang Istianto menyayangkan terjadinya disharmonisasi yang terjadi di DPRD Rote Ndao.

Menurutnya, tugas anggota DPRD salah satunya adalah menampung aspirasi masyarakat. Bukan malah sebaliknya saling lempar antara ketua dan anggota.

“Siapapun yang datang ke kantor dewan harus diterima dengan baik. Karena dewan representasi rakyat. Tidaklah mungkin mereka (anggota dewan) bisa duduk di kursi DPRD kalau tidak ada yang memilih. Sangat salah besar kalau anggota dewan tidak mau menerima aspirasi warganya,” katanya.

Dirinya juga berpendapat agar masyarakat dapat mengevaluasi calon legislatifnya untuk dipilih pada kontestasi pileg mendatang.

“Paling tidak, caleg yang dipilih nanti yang mau menerima aspirasi warganya kapan saja,” tukasnya. (Dance)

Anda mungkin juga berminat