Pedagang Pasar Tradisional Keluhkan Harga Bahan Pokok Kian Melambung

214

SIDOARJO (Garudanews.id) -Sejumlah pelaku usaha di pasar tradisional di Tanah Air mengeluhkan adanya penurunan daya beli masyarakat dalam kurun waktu tiga tahun belakangan ini.

Menurunnya daya beli masyarakat diduga dipicu adanya harga bahan pokok yang melambung tinggi. Selain itu, regulasi pemerintah terkait dengan harga kebutuhan pokok dinilai tidak berpihak kepada pedagang tradisional.

Pemerintah dinilai hanya mengakomodasi pasar dan swalayan modern yang dikuasai oleh pemilik modal besar. Akibatnya, monopoli harga kerap terjadi.

Salah satu pedagang tradisional di pasar Sidoarjo Jawa Tumur, Kusnawiyah, pedagang sayur mayur, mengeluhkan naiknya harga kebutuhan pokok.

“Bawang yang tadinya per/kg seharga Rp22.000, sekarang sudah naik Rp26.000 Pak,” ucap Kusnawiyah.

Sementara itu, Novi, seorang pembeli, juga mengeluhkan harga ayam yang sekarang sudah menyentuh harga Rp40.000. Novi yang tinggal di belakang alun-alun Sidoarjo berharap di tahun 2019 harga bisa segera turun.

“Harga ayam kok lama nggak turun-turun,” keluhnya.

Menyikapi keluhan tersebut, calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengaku akan menampung semua aspirasi dan keluhan para pembeli dan pedagang. Karena, menurutnya pasar tradisional adalah tulang punggung dan denyut nadi ekonomi nasional.

“Insya Allah keluhan ibu Kusnawiyah dan Ibu Novi kian memacu saya dan Pak Prabowo untuk bekerja keras agar terpilih melayani masyarakat Indonesia. Sehingga kita kurangi keluhan harga kebutuhan bahan pokok yang naik turun dan mahal,” ucap Sandi saat menemui pedagang pasar Larangan Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (1/1). .

Dalam kesempatan ini, Sandi ditemani Ketua Umum Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSi) yang menjadi penggagas acara transaksi pasar tradisional di tahun baru, Feri Juliantono. Ikut hadir juga Badan Pemenangan Provinsi Koalisi Adil Makmur, Didik.

Feri mengatakan, pihaknya mengundang Sandi, karena kepedulian mantan ketua umum APPSI ini pada pasar tradisional, baik selama amenjadi Ketua umum, maupun saat menjabat wakil gubernur DKI Jakarta.

“Kami juga mengundang Bupati Sidorjo dan jajarannya. Sayang, mereka ada keperluan lain,” terang Feri.

Disela-sela dialog, seorang pedagang krupuk Jamal tak mau ketinggalan. Dia tiba-tiba ‘intrupsi’ dan mengeluh bahwa belakangan dirinya kerap kesulitan menjual krupuk karena daya beli masyarakat yang turun.

Spontan, Sandi pun segera merogoh sakunya dan membeli semua krupuk Pria setengah baya ini.

“Saya beli pak, untuk cemilan di mobil menuju Madura,” kata Sandi.

Jamal girang. “Semoga Allah membalas kebaikan bapak,” ucapnya.

Sandi berharap, kedepan pasar tradisional akan terus menjadi sentra ekonomi rakyat dengan harga-harga terjangkau dan stabil.

“Pasar tradisional harus bangkit tidak terhimpit dan tidak terjepit,” pungkas Sandi. (Red)

Anda mungkin juga berminat