Said Aqil Sebut PBNU Tidak Akan Tunduk Pada MUI

94

JAKARTA (Garudanews.id) – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas meminta Said Aqil Siradj  mencabut pernyataannya yang menyebut khatib ataupun imam masjid selain NU, salah semua.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga mngetakan, dirinya maupun PBNU tidak akan tunduk pada MUI. Said menegaskan, tidak akan mencabut ungkapannya yang disampaikan dalam acara Muslimat NU di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Minggu (27/1) kemarin.

“Saya atau NU bukan bawahan Majelis Ulama, bukan bawahan Majelis Ulama. Enggak ada hak perintah-perintah saya. Majelis Ulama adalah forum silaturahmi, bukan induknya NU. Paham mboten? Mbok sekali-sekali kayak saya gitu lho nekat,” kata dia saat menghadiri acara Lembaga Dakwah NU se-Indonesia di kawasan Jakarta Selatan, Senin (28/1).

Said menegaskan, sebagai ketua PBNU, dia tidak boleh takut pada siapa pun. Said pun berkelakar, dirinya hanya takut kepada sang istri. “Itu pun kadang-kadang, enggak terus-terusan,” ungkap  Said sambil tertawa.

Said tidak memusingi kecaman dari mana pun, dia meyakini imam ataupun khatib dari NU sejauh ini tidak pernah memberikan dakwah yang radikal, provokatif dan mencaci maki.

“Yakin itu bukan NU, saya jamin bukan NU. NU enggak caci maki, Seperti (Masjid) Sunda Kelapa, Istiqlal, enggak ada itu. Karena dipegang oleh NU,” tandas dia, dkutip dari jpnn..

Dalam acara Harlah Ke-73 Muslimat NU di Stadion Gelora Bung Karno, Minggu (27/2) kemarin, Said mengatakan bahwa imam masjid, khatib, hingga KUA harus dari NU. Sebab jika tidak akan salah semua. Pernyataan Kiai Said pun mendapat kritik dari sejumlah pihak. (Rel)

 

Anda mungkin juga berminat