Setelah Anak Gunung Krakatau Meletus, Gunung Merapi di Yoga Luncurkan Larva Pijar

77

YOGYAKARTA (Garudanews.id) – Setelah sebelumnya masyarakat di pesisir Selat Sunda digegerkan insiden tsunami yang melanda wilayah Pandegelang dan Lampung yang diiringi dengan meletusnya anak gunung krakatau, fenomena alam kini kembali terjadi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan keterangan melalui akun twitter resmi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta menyatakan Gunung Merapi melontarkan guguran lava pijar pada Jumat (4/1) malam pukul 21.01 WIB dengan jarak luncur hingga 1,2 kilometer ke arah hulu Kali Gendol.

“Guguran lava terpantau di Gunung Merapi tanggal 04/01/2019 pukul 21.01 WIB dengan amplitudo 70 mm, durasi 150 detik dan jarak luncur 1.2 km, arah ke hulu Kali Gendol,” demikian informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Hasil analisis morfologi kubah lava Gunung Merapi periode 27 Desember-3 Januari 2018 yang dirilis BPPTKG menyebutkan bahwa volume kubah lava mencapai 415.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan mencapai 3.800 meter kubik per hari.

BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada level II atau Waspada dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian di gunung api itu kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

Sedangkan untuk jarak aman pemantauan aktivitas Gunung Merapi oleh masyarakat yakni 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi. (Red/Ant)

Anda mungkin juga berminat