Guru Honorer di Bogor Kuasai Proses PPPK 2019

103

BOGOR (Garudanews.id) – Guru honorer di Kabupaten Bogor menguasai dalam proses penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019. Dari total kuota yang diberikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) sebanyak 2.209 orang, lebih dari 96 persen dikuasai guru honor.

Pemkab Bogor dalam usulan kebutuhan PPPK membagi lowongan dalam tiga formasi, yakni 2.122 orang untuk tenaga pendidik, 50 orang untuk tenaga penyuluh pertanian dan 37 orang untuk tenaga kesehatan.

“Kami sangat merespon cepat untuk mengakomodasi suara K2 yang ingin segera diangkat,” ungkap Bupati Bogor Ade Yasin baru-baru ini.

Bupati mengaku, sudah memikirkan terkait anggaran pembayaran tenaga PPPK yang diperkirakan mencapai Rp 100 miliar.

“Anggaran itu akan diambil dari APBD, nanti dapat dari efisiensi program yang tidak terealisasi atau dari over target pendapatan,”  katanya.

Lanjut Bupati, untuk anggaran tersebut yang paling memungkinkan dialokasikan dalam anggaran perubahan.”Ini kita lakukan karena tujuannya untuk meningkatkan kualitas para guru,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Dadang Irfan mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat respon ke Kemenpan RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

“Kami hanya fasilitator saja, untuk testnya nasional oleh Panselnas. Termasuk bahasan batas usia karena belum ada juklak juknisnya,” terangnya.

Dadang berharap, syarat-syaratnya nantinya tidak seperti penerimaan CPNS, untuk batasan usia bias lebih tinggi dari batasan CPNS. “Pegawai honorer yang dapat ikut yang tercatat di BKN. Sekarang K2 jumlahnya 3.012 orang dan semua ikut seleksi. Tapi yang diterima sesuai kuota K2 yang tidak lolos CPNS bias masuk,” katanya.

Dadang menegaskan, untuk soal gaji setaraf dengan gaji CPNS di golongan yang sama. Hanya tidak ada gaji pensiun untuk tenaga PPPK.”Jadi untuk pengangkatan berdasarkan profesionalisme, gajinya langsung segitu, karena tidak ada prajabatan,” tutupnya.
(ded)

Anda mungkin juga berminat