Strategi Pemerintah Genjot Industri Karet Domestik

68

JAKARTA (Garudanews.id) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution rapat koordinasi bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantornya, Jakarta. Pertemuan ini membahas mengenai kebijakan peningkatan serapan karet dalam negeri.

“Di perhubungan, untuk long term. Produk berhubungan dengan karet seyogyanya diinisiasi untuk dibuat pabrik-pabrik di Indonesia. Contoh paling besar adalah buat pabrik vulkanisir di Indonesia, kata Budi usai ditemui di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (25/2).

Budi mengatakan, selain pembuatan pabrik ada beberapa hal juga untuk mendorong penggunaan karet di lingkup kementeriannya. Salah satunya sebagai bahan baku industri perlengkapan jalan.

“Ada pembatas jalan. Satu-satu kita bahas yang ada hubungannya dengan perhubungan. Termasuk untuk perkeretaapian juga dan bantalan pelabuhan,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Direktur Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi menambahkan, produksi karet yang melimpah dapat digunakan untuk pembuatan alat-alat fasilitas keselamatan lalu lintas. Seperti misalnya traffic cone, water barrier, roller barrier, hingga speed humb.

“Intinya kita ingin meningkatkan karet, ini kan produksinya cukup banyak, tapi diserap banyak untuk kepentingan kita,” kata dia.

Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat kerja dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengenai pemanfaatan karet untuk pembangunan jalan. Mengingat saat ini, harga jual karet alam tengah menurun.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menyebutkan, hasil rapat tersebut menghasilkan keputusan pemerintah siap menyerap 2.000 ton karet untuk dijadikan bahan campuran pembuatan aspal.

Dia menjelaskan, penggunaan aspal karet tersebut akan dilakukan di beberapa daerah yang merupakan penghasil karet terbesar antara lain Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Dengan harapan dapat mendongkrak harga karet yang kian terpuruk.

“Kita akan angkat (harga karet), jadi akan naik terutama di beberapa sentra karet di Indonesia Sumatera Selatan, Jambi, Medan dan Kalimantan. Karena sekarang harga karet agak turun. Nah, kita harapkan ada terbentuk satu harga untuk masyakarat,” kata Dirjen Budi. (Lip6/Sfa)

Anda mungkin juga berminat