Barang Bukti Limbah B3 Infeksius di Tanah Kosong Pedurenan Hilang

80

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Barang bukti limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Infeksius yang dibuang di lokasi tanah kosong di Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya, diduga telah hilang sebelum tim dari Penegak Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan pengecekan ke lokasi.

Masih belum dapat dipastikan siapa yang memindahkan barang bukti tersebut. Namun pihak Gakkum sendiri sudah memiliki video dan foto temuan dari Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) sebagai pihak pelapor.

Informasi dari saksi mata beberapa hari sebelumnya, ada sejumlah orang yang datang masuk ke lokasi tanah kosong dan mengangkut barang bukti tersebut.

“Barang bukti dibawa menggunakan kardus sementara mobil diparkir cukup jauh dari lokasi,” ujar saksi mata yang enggan disebutkan namanya.

Pemilik tanah diduga merupakan seorang pejabat Eselon 2 di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan istrinya membuka praktik di rumah pribadinya di daerah Rawamangun Jakarta Timur.

Sebelumnya, AWPI melaporkan dugaan pembuangan limbah B3 Infeksius ke lokasi tanah kosong di daerah Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustika Jaya.

Tim AWPI diterima Kepala Sub Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Benny, beserta Kepala Seksi Pengaduan, Yogi.

Benny mengaku akan segera menindaklanjuti pengaduan tersebut, serta akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi.

Surat pengaduan tersebut segera diregister dan ditelaah. Bila terdapat unsur pidana maka akan dilimpahkan ke direktorat yang berwenang, bahkan ke pihak kepolisian. (red)

Anda mungkin juga berminat