Biadab, Bapak dan Anak Kompak Perkosa Siswi SMP

142

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Siswi SMP di Kabupaten Rote Ndao, (sebut saja Melati) menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan kekasih bersama ayahnya.

NMP, orang tua korban mengatakan, berdasarkan keterangan dari anaknya, awalnya korban menolak ajakan bersetubuh dari JA pelaku yang merupakan ayah GA (kekasih korban).

Namun, pelaku GA dan JA memaksa, sampai membanting tubuhnya. Bahkan celana korban langsung dirobek oleh dua pelaku tersebut.

“Pelaku mengajak bersetubuh, tetapi korban menolak terus. Hingga akhirnya pelaku memaksa dan membanting korban di batu batuan dan celana korban di robek dan di setubuhi,” kata NMP saat dikonfirmasi garudanews.id, melalui sambungan teleponnya Rabu malam (06/03).

Ia mengaku shock dengan kejadian yang menimpa anaknya itu, karena memang sebelumnya tidak mengetahui kalau anaknya tersebut bakal menjadi korban kebiadaban kekasihnya bersama bapaknya.

Korban yang masih di bawah umur itu juga tidak mengerti dampak yang akan terjadi setelah disetubuhi pelaku. Karena pemerkosaan terjadi berturut turut siang dan malam selama delapan hari di hutan belukar.

“Saya orang tua lihat kondisi anak saya seperti orang kebingungan. Dan kondisinya saat terus melemah,” tutur warga Desa Limakoli, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao itu.

Kapolsek Rote Tengah, Ferdy Toelle yang dikonfirmasi garudanews.id melalui nomor teleponnya Rabu (6/3) mengaku telah menerima laporan terkait adanya tindakan asusila yang menimpa anak di bawah umur tersebut.

“Betul, informasi yang saya dapat dari anggota bahwa telah terjadi kasus pemerkosaan. Tapi korban belum diperiksa dan para pelaku juga belum dimintai keterangan. Karena korban lansung dibawa oleh anggota saya ke Rumah Sakit Umum Ba’a untuk dilakukan visum,”
jelas Kapolsek.

Rencananya, pada Kamis (hari ini), kata Kapolsek, pihak penyidik akan memeriksa korban dan pelaku. (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat