Kerajaan Saudi Cabut Kewarganegaraan Putra Osama bin Laden

70

RIYADH (Garudanews.id) – Kerajaan Arab Saudi telah mencabut status kewarganegaraan Hamza bin Laden, putra pemimpin Al Qaida Osama bin Laden yang dibunuh dalam perisrltiwa penggerebekan di Pakistan oleh marinir AS pada 2012 silam. Hal itu disampaikan pejabat Kementerian Dalam Negeri melalui pernyataan persnya.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan pada Kamis, pihaknya menawarkan hadiah hingga 1 juta dolar bagi pemberi informasi yang mengarah “kepada identifikasi atau lokasi di suatu negara” tentang Hamza. AS menyebut Hamza sebagai seorang pemimpin kunci Al Qaida.

Hamza, yang diyakini berusia sekitar 30 tahun, berada di samping ayahnya di Afghanistan sebelum serangan 11 September dan menghabiskan waktu bersamanya di Pakistan setelah invasi pimpinan AS atas Afghanistan membuat banyak pemimpin senior Al Qaida di sana terpojok, demikian Brooking Institution.

Hamza, yang diperkenalkan oleh kepala baru organisasi itu Ayman al-Zawahiri dalam satu pesan audio tahun 2015, memberikan kesegaran bagi kelompok itu, yang para pemimpin tuanya telah berjuang memberikan inspirasi kepada para militan di seluruh dunia yang dibangkitkan oleh IS, kata para pengamat.

Ia telah menyerukan aksi terorisme di ibu kota negara-negara Barat dan mengancam mengambil tindakan balasan terhadap AS atas pembunuhan ayahnya, kata Deplu AS tahun 2017 ketika menyebutnya sebagai teroris dunia.

Ia juga mengancam membidik orang-orang Amerika di luar negeri dan mendesak suku-suku Arab Saudi untuk bersatu dengan Al Qaida di Yaman di Semenanjung Arab melawan Arab Saudi, katanya.

Osama bin Laden dibunuh oleh pasukan khusus AS yang menyerbu kompleks kediamannya di Pakistan tahun 2011. Hamza diperkirakan berada di bawah tahanan rumah di Iran pada saat itu, dan dokumen-dokumen yang ditemukan dari keompleks itu mengindikasikan bahwa para pembantu telah berusaha untuk menyatukan kembali dia dengan ayahnya.

Keputusan Saudi untuk menanggalkan kewarganegaraannya dibuat atas perintah Kerajaan pada November, menurut pernyataan yang disiarkan di jurnal resmi Umul Qura.  (Red)

Anda mungkin juga berminat