LBP: Presiden Jokowi targetkan jalan ke Sukabumi rampung 2021

231

SUKABUMI (Garudanews.id) –  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Suspension Bridge di Situ Gunung, Kecamatan Kadudangpit, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (9/3).

Jembatan Gantung yang berada di kawasan aisata alam Gunung Gede Pangrango ini, memiliki ketinggian 107 meter diatas permukaan tanah dan panjang 243 meter serta lebar 1,2 meter. Jembatan gantung merupakan yang terpanjang di Asia Tenggara.

Dalam sambutannya, Menko Luhut menyampaikan kekagumannya terhadap pemandangan di kawasan pariwisata ini.

“Saya senang sekali bisa datang ke daerah Sukabumi ini khususnya di kawasan wisata alam Situgunung ini,” ucap Menko Luhut.

Menurutnya, pariwisata saat ini memang menjadi salah satu industri yang sedang dikembangkan pemerintah. Untuk itu, Pemerintah berkomitmen akan membangun infrastruktur termasuk juga di Sukabumi ini. Terutama untuk mendukung destinasi wisata di Situgung ini.

“Presiden Jokowi sangat perhatikan di Pulau Jawa bagian selatan ini, khususnya di Sukabumi ini karena potensinya yang hebat tapi infrastrukturnya tidak memadai. Seperti Bapak Bupati tadi bilang bahwa trayek ke sukabumi ini lebih lama ketimbang ke Jeddah,” tuturnya.

Untuk itu, lanjut Menko Luhut, Presiden Jokowi menargetkan jalan ke Sukabumi akan rampung pada 2021 mendatang. Kemudian akan diteruskan ke Pelabuhan Ratu sehingga Pelabuhan Ratu akan terbuka juga.

“Jadi infrastruktur ini akan dibutuhkan. Nah jalan Sukabumi ke Cianjur itu juga bisa bagus sehingga puncak itu tidak sepadat sekarang. Nanti bisa melewati jalan tol. Tidak melalui puncak lagi tapi melalui Jonggol,” ujar Menko Luhut.

Dalam kesempatan itu, purnawirawan Jenderal TNI ini juga menceritakan saat dirinya diminta menjadi salah satu pembicara di World Economy Forum di Dacos, Swiss pada Januari lalu.

Menurutnya, di forum tersebut, para delegasi ingin tahu tentang Indonesia karena mereka ingin berinvestasi di Indonesia dan mereka melihat Indonesia menjadi model kepemimpinan untuk negara-negara berkembang. Yang menariknya, mereka melihat ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,18% ditengah-tengah ekonomi global yang tidak menentu seperi sekarang ini.

“Dimana ekonomi Amerika Serikat maupun China yang sedang melambat tapi ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh walau pun pelan. Jadi, ini satu manajemen yang bagus karena kemiskinan menurun dan pertama kali dalam sejarah bisa menembus single digit, yakni 9,2%,” ungkapnya.

Menko Luhut menegaskan, semua ini dikarenakan dampak dari pembangunan infrastruktur, adanya dana desa serta kartu-kartu yang diberikan oleh pemerintah untuk masyarakat miskin, seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Sejahtera.

“Jadi kita memperbaiki infrastruktur ini memang butuh waktu untuk memetik hasilnya. Untuk menjembatani itu, dibuatlah program dana desa, kartu-kartu, kartu PKH (Program Keluarga Harapan) dan sebagainya,” katanya.

Lebih lanjut, Menko Maritim juga mendorong pembangunan Bandara yang ada di Sukabumi ini. Sebab, dengan adanya bandara tersebut bisa menjadi moda transportasi alternatif untuk para wisatawan berkunjung ke Sukabumi, terutama di kawasan wisata alam Situgunung ini.

“Koordinasi seperti ini tidak lagi langsung ke Presiden. Sudah jalan baru kita lapor ke presiden. Karena proses pengambilan keputusan di kabinet sekarang jauh lebih singkat daripada waktu-waktu sebelumnya,” ujarnya.

Turut hadir dalam peresmian Jembatan Gantung, Deputi I Bidang Koordinasi Kemaritiman Kemenko Kemaritiman, Purbaya Yudhi Sadewa, Dirjen KSDAE Kementerilan LHK, Bupati Sukabumi Marwan, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat, serta Kapolres Sukabumi. (Ded)

Anda mungkin juga berminat