SBY Tuding Agum Gumelar Lakukan Pembunuhan Karakter

64

JAKARTA (Garudanews.id) – Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan  mantan Danjen Kopassus Agum Gumelar diduga tengah ada perang dingin. Bahkan, presiden ke enam itu menyebut agum telah melakukan pembunuhan karakter keppada dirinya. Hal itu menyusul dukungan Partai Demokrat kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto.

“Teman-teman, tentu saja saya sangat bisa menjawab dan melawan  ‘pembunuhan karakter’ dari Pak Agum Gumelar terhadap saya tersebut. Tetapi tidak perlu saya lakukan, karena saya pikir tidak tepat dan tidak bijaksana,” kata SBY dalam suratnya untuk kader Demokrat yang beredar di kalangan wartawan.

SBY mengaku malu jika harus bertengkar di depan publik. Apalagi, lanjutnya, situasi politik dan nasional saat ini dinilai makin panas. “Bagai jerami kering di tengah musim kemarau yang ekstrem dan panjang. Yang diperlukan bukanlah api, tetapi sesuatu yang meneduhkan dan  menyejukkan,” ujarnya.

Presiden ke-6 itu menilai polarisasi dalam kontestasi pilpres kali ini dianggap lebih keras dan ekstrem. Ditambah lagi, adanya jarak yang makin menganga antar identitas dan kelompok politik.

“Terus terang saya khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan di negeri ini, kalau kita semua, utamanya para pemimpin dan elit tidak pandai dan tidak arif dalam mengelolanya,” ungkapnya.

SBY juga mengungkapkan, meskipun saat ini Agum menjabat sebagai anggota dewan pertimbangan presiden (wantimpres), dan memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), namun SBY meyakini bahwa pernyataan Agum tersebut bukan atas dari permintaan Presiden Jokowi. Pasalnya SBY mengakui bahwa hubungan dirinya dengan Jokowi sangat baik.

“Secara sosial dan politik, sikap kami ini tentunya baik agar situasi nasional tetap teduh. Secara moralpun memang harus demikian” ucapnya. (Red)

Anda mungkin juga berminat