Ditpolair Polri Gagalkan Penyelundupan Ratusan Botol Miras

116

JAKARTA (Garudanews.id) – Status siaga Kepolisian dalam pengamanan Pemilu (Pilpres/Pilleg) yang saat ini telah memasuki tahap penghitungan suara tidak menjadikan petugas Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri menjadi lengah kewaspadaan dalam mengawasi dan mengamankan wilayah Perairan yang menjadi bidang tugasnya. Kembali, penyelundupan minuman keras (Miras) berhasil digagalkan oleh petugas Ditpolair.

Kali ini pelaku berjumlah 4 orang berjenis kelamin perempuan membaur dengan penumpang kapal masing-masing RH, 68 tahun ; RP, 56 tahun ; KN, 49 tahun dan LH, 50 tahun diamankan petugas Ditpolair saat mereka turun dari kapal Pelni KM. Kelud di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tersangka membawa 4 buah koper besar yang keseluruhannya berisi minuman keras berbagai merk. Menurut keterangan tersangka miras tersebut berasal dari Singapura dan Malaysia yang dibawa dari Kijang, Kepri menuju Jakarta. Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Petugas sejumlah 380 botol miras berbagai merk.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri Brigjen Pol. Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum dalam keterangannya Jumat, (19/4) mengungkapkan bahwa modus penyelundupan miras dengan menggunakan koper pakaian yang dibawa oleh penumpang perempuan ini dilakukan untuk menyamarkan atau mengelabui petugas. Pelaku membawa miras tersebut dalam jumlah partai kecil namun rutin setiap kapal Pelni melayani rute Kepri – Jakarta dengan modus yang sama. Tersangka dalam pengakuannya melakukan tindakan penyelundupan dengan modus seperti ini sudah yang ke 4 kalinya. Kerugian Negara yang berhasil diamankan diperkirakan sekitar 1 milyar rupiah.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mako Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri guna dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Mengantisipasi gangguan Kamtibmas di Perairan saat ini terutama menjelang bulan puasa Ramadhan, Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri meningkatkan patroli perairan dengan menggunakan alat utama yang kita miliki guna mengantisipasi terjadinya berbagai macam tindak pidana di wilayah Perairan, di samping itu juga bekerja sama dengan stake holder lain dalam membantu kelancaran ditribusi sembako yang menggunakan jalur laut serta melakukan pengamanan kawasan pelabuhan dari keluar masuknya barang ilegal berkoordinasi dengan Syahbandar setempat di seluruh wilayah Perairan Indonesia,” tandas Brigjen Lotharia Latif. (Edr)

Anda mungkin juga berminat