Harga Bawang Putih Melambung, Mendag Akan Tambah Kuota Impor

285

JAKARTA (Garudanews.id) – Menjelang bulan Ramadhan, harga bawang putih di sejumlah daerah terpantau mulai melambung.

Berdasarkan pantauan Garudanews di sejumlah pasar tradisional, kenaikan harga bawang putih hampir 100 persen. Seperti pengakuan, Yanti (45) pedagang warteg di Pondok Kelapa Jakarta Timur, mengeluhkan tingginya harga bawang putih.

“Tadinya, harga bawang masih normal di kisaran dua puluh ribu sampai dua puluh lima ribu rupiah. Tapi sekarang harganya sudah empat puluh lima ribu rupiah,” ujar Yanti, Jumat (26/4).

Dirinya berharap jelang Ramadhan ini, pemerintah dapat menstabilkan harga bahan pokok. Diantaranya harga bawang putih yang dinilai sangat tinggi.

Sementara itu terkait dengan melambungnya harga bawang putih di sejumlah pasar di Tanah Air, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita saat ini tengah melakukan berbagai cara untuk menekan harga komoditas tersebut. Antara lain menambah kuota impor.

Kemendag setidaknya melakukan tiga upaya untuk menekan harga bawang putih. Pertama, mendorong para im­portir untuk mengeluarkan stok bawang putih yang masih mereka simpan di dalam gudang.

“Sambil menunggu impor bawang putih masuk, pemerintah ingin stok yang ada dikeluar­kan,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Mar­thin Simanungkalit usai rapat koordinasi jelang Ramadan di Surabaya, kemarin.

Kedua, mendesak para im­portir mempercepat impor bawang putih. Menurut Marthin, pihaknya sudah meminta agar proses impor bisa dilakukan leb­ih cepat dari biasanya. Pihaknya ingin bawang putih impor sudah bisa didistribusikan sebelum bulan puasa tiba.

Dan, ketiga, menambah kuota impor bawang putih. Keputusan menambah kuota diumumkan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan.

“Kuota impor bawang putih ditambah darri 100 ribu ton men­jadi 115.765 ton. Perusahaan importirnya dari sebelumnya menjadi tujuh menjadi delapan,” ungkap Oke.

Oke berharap, penambahan kuota impor bisa menekan harga bawang putih menjadi Rp 32 ribu-Rp 35 ribu per ki­logram (kg).

Untuk diketahui, harga bawang putih saat ini berkisar 40 ribu hingga 70 ribu per kg. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) rata-rata harga bawang putih ukuran sedang mencapai Rp 47.850 ribu per kg.

Pengamat pertanian dari Insti­tut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas menyayangkan ting­ginya harga bawang putih.

“Itu terjadi karena telat melakukan impor. Sekarang akhirnya Kemendag kelabakan sendiri,” ungkap Dwi.

Dwi menilai, harga sulit di­tekan selama impor bawang putih belum masuk ke dalam negeri. Karena, dia yakin stok sebenarnya sudah kosong.

Importir udah nggak punya banyak stok buat guyur pasar. “Untuk penuhi kebutuhan cuma mengadalkan stok sisa impor tahun lalu sebanyak 120 ribu ton. Kalau kebutuhan 40 ribu ton per bulan, logikanya, bulan Maret sudah habis,” ungkapnya. (Man)

Anda mungkin juga berminat