Meredam Dan Rajut Kebersamaan, Kodim 0507/Bks Gelar Isra Mi’raj

284

BEKASI, (Garudanews.id) – Gelaran pesta demokrasi pemilu 2019 berlangsung, berbagai problematika mewarnai gelaran tersebut. Saatnya merajut kembali tali persaudaraan yang sempat renggang karena perbedaan pilihan. Untuk meredam dan kembali menjalin tali silaturahmi, Kodim 0507/Bekasi menggelar kegiatan peringatan Isra Mi’raj Tahun 1440H/2019M di Aula Markas Kodim 0507/ Bekasi, Selasa (30/04).

Dalam kegaiatan yang yang dihadiri seluruh personil Militer, PNS dan Persit Kodim 0507/Bks tersebut, berlaku sebagai penceramah Penceramah K.H. Daud Ismail, Qoriah Hj. Mumun Maemunah, Saritilawah Pelda H. Abdullah Amabri.

Selain untuk meredam dan menyatukan kembali tali silaturahmi, kegiatan tersebut juga dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan yang akan tiba dalam beberapa hari lagi.

Komandan Kodim  0507/Bks Letkol Arm. Abdi Wirawan menuturkan Isro Mi’raj menjadikan para anggota TNI untuk meningkatkan kualitas ibadah.

“Keutaman dan manfaat shalat membawa pengaruh positif dalam membentuk dan manjaga sikap perilaku serta tindakan agar sesuai dengan ajaran agama, ajaran agama yang berisi tuntutan hidup dalam hubungan kedinasan maupun kehidupan sehari-hari yang mencerminkan nilai moralitas dan loyalitas dan integritas yang kuat, mencermati hal tersebut mari kita ambil hikmah momentun peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW ini sebagai sarana instropeksi dan meningkatkan kualitas shalat guna mempertebal iman guna mendukung tugas dan pengabdian kepada negara,” kata Dandim.

Dandim 0507/Bks Letkol Arm. Abdi Wirawan dan Kasdim 0507/ Mayor Inf. Rahmat Triyono serta para anggota Kodim dan Persis menyimak ceramah yang disampaikan oleh penceramah pada kegiatan peringatan Isra Mi’raj di Aula markas Kodim 0507/Bks

Dandim menambahkan dengan momentun Isra Mi’raj tersebut, para jajaran Kodim 0507/Bks untuk tetap menjaga kesolidan dan kembali menekankan untuk menjaga kualitas ibadah agar lebih baik.

“Selalu dipelihara dan diamalkan dengan baik karena didalamnya berisi turunnya wahyu tentang perintah pertama kali untuk mendirikan shalat lima waktu, hal ini menunjukkan betapa pentingnya mendirikan shalat dalam ajaran islam mengingat fungsinya yang sangat mendasar dan strategis bagi umat islam yaitu dapat mencegah dari perbuatan keji dam mungkar serta mengubah diri untuk menjadi lebih baik, baik didepan Allah Swt maupun dihadapan antar manusia,” tambah Dandim.

Pasca pemilu ia berharap tidak ada perbedaan dalam masyarakat dan tetap menjalin rasa persatuan dan kesatuan. Tidak ada kotak mengkotak karena gelaran pemilu sudah berlangsung dengan kondusif. Ia juga berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk kembali merajut kebersamaan.

“Semua umat dan semua golongan bahwa kita sama-sama warga Indonesia, sama-sama warga kota Bekasi sehingga kita bersama membangun kota Bekasi, hentikan perbedaan buang hal-hal yang berbeda, kita satu lagi,” tambahnya.

Diketahui, pada Senin 29 April 2019, seluruh lapisan masyarakat dari berbagai kalangan, serta unsur Forkopinda menggelar deklarasi damai pasca pemilu di Bekasi Salatan.

Diketahui bersama, pemilu 2019 dilaksanakan secara serentak, dari mulainya kampanye hingga pencoblosan berbagai gesekan ditengah masyarakat terjadi, walaupun tidaj dalam katagori kronis, namun gesekan tersebut terlihat dari berbagai sikap masyarakat. Usai pemilu berlangsung, harus ada kegiatan yang dapat kembali menyambung dan merajut tali silaturahmi. (Mam)

Anda mungkin juga berminat