Penegak Hukum Diminta Selidiki Dugaan Penyimpangan Proyek Air Bersih

184

ROTE NDAO (Grudanews.id)  Dana Desa (DD) yang merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka mensejahterakan masyarakat dan memutus ketimpangan pembangunan antara kota dan kampung, sesuai dengan UU no.6 tentang desa, Tahun 2014, namun yang terjadi justru hanya meningkatkan ekonomi oknum perangkat desa.

Seperti Informasi yang dihimpun media ini, pembangunan sarana air bersih di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao,
berupa perpipaan dengan menggunakan DD Tahun Anggaran 2018 dengan pagu Rp 327.696.650 dan panjang volume pembangunannya 3.550 meter kini menjadi sorotan masyarakat setempat.

Ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) berinisial ATS diduga melakukan  pekerjaan tidak sesuai dengan RAP.  Seperti, di dalam RAP ukuran pipa seharusnya 2 dim tapi faktanya tidak sesuai.

Selain itu, sejumlah bak penampung air yang berada di Dusun Nusaklain yang dialirkan ke Dusun Namodale serta dusun Timulasi, sambungan pipanya hanya diikat dengan ban dalam motor.  Persoalan itu   dikhawatirkan dapat menghambat air tidak optimal mengalir ke rumah warga di daerah tersebut.

Informasi yang dihimpun media ini, ATS juga diduga memonopoli pekerjaan, semestinya dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat, justru menunjuk salah seorang kontraktor di desa tetangga berinisial (MS).

“Kami meminta agar aparat penegak hukum  dapat menindaklanjuti adanya dugaan penyimpangan anggaran proyek air bersih. Jangan sampai anggaran yang dikucurkan oleh pemerintah tidak tepat sasaran,” ujar sumber garudanews, dari masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin (13/5).

Oleh karena itu ia juga berharap agar aparat penegak hukum segera melakukan pemeriksaan terhadap TPK dan kontraktor yang diduga melakukan kongkalingkong dalam proyek tersebut.

“Padahal, berdasarkan peraturan pengerjaan dana desa harus dilakukan dengan swakelola, tapi kenapa ini pihak TPK tunjuk kontraktor. Berarti ini ada sesuatu yang menguntungkan diantara kedua pihak itu,” pungkasnya.
(Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat