DPR dan TMP-TKP Sepakat Dorong Dilakukannya Kajian Ulang Sistem Pemilu 2019

192

JAKARTA (Garudanews.id) – Sejumlah tokoh nasional yang tergabung Aliansi Masyarakat Peduli Tragedi Kemanusiaan Pemilu 2019 (AMP-TKP) mendatangi pimpinan DPR RI, agar mendesak pemerintah untuk mengungkap tragedi kemanusiaan Pemilu 2019 pascameninggalnya  ratusan petugas  Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).

Di antara tokoh yang datang dalam pertemuan tersebut, mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin, Ani Hasibuan, Teuku Nasrullah, Fahmi Idris, Siane Indriani, dan lain-lain. dalam pertemuan tersebut AMP-TKP menyoal tragedi kemanusian berupa kematian dan kesakitan ribuan petugas Pemilu 2019.Tim AMP-TKP 2019 terdiri atas M. Din Syamsuddin. Kehadiran mereka langsung diterima Ketua DPR Bambang Soesatyo, Fahri Hamzah, dan Fadli Zon. Tampak pula hadir anggota Komisi II Firman Subagyo.

Dalam pertemuan tersebut akhirnya disepakati, bahwa  DPR dan TMP-TKP sepakat mendorong dilakukannya kajian ulang sistem pemilu, pilpres, dan sistem politik secara keseluruhan.

“Kalangan partai-partai politik harus jernih melihat semua persoalan yang mengakibatkan terjadinya tragedi kemanusiaan tersebut,” tegas Din, Selasa (14/5).

Kedua, para korban tragedi kemanusiaan berupa kematian dan kesakitan ribuan petugas Pemilu 2019 harus dipenuhi hak-hak mereka secara wajar dan terhormat. Terkait pemenuhan hak-hak korban ini, pihaknya memperoleh data lapangan yang menunjukkan pemerintah masih abai terhadap hak-hak mereka.

Pengabaian itu terjadi, menurut Din, tampak dari ketidakseriusan pemerintah menangani para korban yang sakit hingga mengakibatkan kematian. Juga, itu tampak dari ketidaksantunan pemerintah terhadap para korban, yang ditunjukkan dengan ketidakpedulian terhadap nasib keluarga yang ditinggalkan para korban.

Din menambahkan, pihaknya bersyukur melalui pertemuan dengan pimpinan DPR tadi, para wakil rakyat segera turun ke lapangan untuk menyantuni para korban. Pimpinan DPR juga telah berjanji segera mendorong sejumlah komisi untuk mengadakan rapat-rapat gabungan guna lebih serius memperhatikan dan menyelesaikan tragedi kemanusiaan Pemilu 2019. (Hab/Red)

 

Anda mungkin juga berminat