Dua Kali Ditetapkan Sebagai Tersangka, Tedja Berhasil Melarikan Diri

365

JAKARTA, (Garudanews.id) – Menjadi terdakwa rupanya tidak membuat jera seseorang. Setelah ditetapkan sebagai tersangka,Tedja Widjaja kembali membuat ulah. Kali ini ia kembali tersangkut dengan dugaan pemalsuan dan penggelapan. Tedja yang sekarang melarikan diri, kini menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Polda Metro Jaya, Jumat (10/5)

Terdakwa Tedja Widjaja, yang merupakan Dirut PT Graha Mahardika l saat ini tengah menunggu JPU Fedrik Adhar SH MH untuk tuntutan terkait perkara penipuan dan penggelapan lahan Tanah milik UTA’45.

Berdasarkan laporan dan surat perintah penangkapan No. Sp.Kap/985/V/2019/Diresrimum tersebut 12 personil Polda Metro Jaya ditugaskan menangkap terdawa Tedja Widjaja yaitu, Piter Yanottama, Dedi, Osorio Dos Santos, Sugiyono, Sukoco, Sarwono, Arie Gustiawan, Agus M Siregar, Gunawan, Heru Yuliyanto, Chandra Dewananda dan Bagus Kumbang Ali-ali.

Berkembangnya informasi yang didapat di lapangan, terdakwa Tedja Widjaja sudah sempat ditangkap dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya. Namun saat dilakukan pemeriksaan, tersangka permisi minta izin untuk buang air kecil. Kesempatan itu dimanfaatkan tersangka melarikan diri dari petugas.

Kemudian aparat Polda Metro Jaya melakukan pengejaran sampai ke kediaman tersangka, namun tersangka tidak berhasil ditemukan.

Saat dikonfirmasikan mengenai kaburnya tersangka ke unit Jantanras, belum bisa ditemui karena petugas yang berwenang yang memberi keterangan tidak ada ditempat.

“Bapak tidak ada ditempat, nanti saja,”  ujar anggota yang tidak mau ditulis jati dirinya.

Hasil informasi yang berkembang menyebutkan, terdakwa Tedja Widjaja ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus baru namun masih berkaitan dengan kasusnya yang disidangkan di PN Jakarta Utara.

Dimana terdakwa Tedja Widjaja yang tengah disidangkan di PN Jakarta Utara menyangkut kasus jual-beli lahan lokasi kampus Universitas 17 Agustus 1945 (UTA 45), dan kali ini terkait pemalsuan dan jual beli saham yayasan di PT Graha Mahardika.

Tersangka Tedja Widjaja diduga telah menggunakan akta fiktif notaris Otty C dalam transaksi saham yayasan pada notaris Humberg Lie, yang mengakibatkan kerugian pada yayasan. Yayasan juga menjadi kehilangan hak atas pengawasan jalannya usaha di PT Graha Mahardika.

Sementara saat dikonfirmasi pada Penasihat hukum Ketua Dewan Pembina UTA 45,  Dr Anton SH MH, mengakui bahwa ada laporan yayasan terhadap Tedja Widjaja.

“Boleh jadi itu yang tengah ditangani penyidik Polda Metro Jaya,” ujar Anton di Jakarta, Jumat (10/5). (Red/Mam)

Anda mungkin juga berminat