HMI Ingatkan Aparat Agar Sikapi Aksi Massa Dengan Bijak

228

JAKARTA (Garuanews.id) – Penanganan unjuk rasa oleh aparat keamanan pada 21 dan 22 Mei dinilai kurang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia, saat pengamanan massa yang mengutarakan penolakan atas hasil penghitungan suara KPU itu.

Hal itu terungkap dengan jatuhnya korban meninggal hingga 8 orang dan puluhan menderita luka dari  ringan hingga kritis, yang saat ini masih dirawat di Rumah Saikit.

Ketua HMI Cabang Jakarta Pusat Utara, Fadli Rumakefing menilai kasus ini harus disikapi secara serius. Jangan sampai, kata dia, tewasnya delapan orang dalam aksi 21 dan 22 Mei dibawa ke Mahkamah Internasional atas dugaan melanggar nilai nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia.

“Kalau itu terjadi, kita akan dicap sebagai negara pelanggar HAM oleh negara-negara lain,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Kamis (23/5).

Fadli mengingatkan agar aparat menyikapi aksi dengan bijak.

Aparat, sambungnya, tidak boleh membuat hal-hal yang justru memicu kemarahan masyarakat.

Lebih lanjut, dia meminta kepada para elite politik tanah air untuk duduk bersama merumuskan solusi dalam rangkah menghindari konflik yang berkepanjangan antara warga negara dan perangkat keamanan negara.

“Kami menginginkan Indonesia menjadi negara yang selalu aman, damai, adil, dan makmur,” tandasnya. (Rel)

Anda mungkin juga berminat