Inilah Sosok Penting Pengendali Keamanan Peristiwa 1998 dan 2019

237

JAKARTA (Garudanews.id) – Massa aksi yang menolak hasil Pemilu 2019 terus berdatangan. Meski terik matahari dan bulan puasa ternyata tidak menyurutkan pendemo yang didominasi emak-emak itu bergelombang menuju KPU dan Bawaslu.

Menurut pengamat politik dan kebijakan administrasi publik Bambang Istianto, peristiwa ini mengingatkan publik saat aksi demonstrasi yang dimotori oleh sejumlah aktivis kampus pada 1998 silam.

Aparat keamanan dalam hal ini TNI-Polri dituntut untuk menunjukkan sikapnya sebagai pengayom dan pelindung masyarakat. Agar peristiwa berdarah itu tidak terulang kembali. Meski kerusuhan 2019 telah memakan enam korban jiwa. Diharapkan tidak ada lagi korban lain. Baik dari pihak keamanan maupun pendemo.

“Dunia internasional saat ini tengah menyorot konstelasi politik di Indonesia. Jangan sampai peristiwa 1998 terulang. Terlebih pengendali keamanan tahun 1998 dengan tahun 2019 sama yaitu bapak Wiranto. Tapi kami berharap pihak keamanan tetap menahan diri dan mengedepankan cara-cara persuasif,” ucapnya, Rabu (22/5)

Seperti diketahui, saat peristiwa kerusuhan 1998 pecah, saat itu Panglima TNI dijabat oleh Wiranto. Dimana, mantan jendral bintang empat itu, kini menjabat sebagai Menko Polhukam yang membawahi tiga institusi, antara lain Polri, TNI dan Badan Intelijen Negara (BIN). (Red)

Anda mungkin juga berminat