Israel dan Palestina Sepakati Gencatan Senjata Selama Ramadhan

192

TEl AVIV (Garudanews.id) – Militer Israel pada Senin (6/5) mencabut pembatasan perlindungan terhadap warga Yahudi di Israel selatan, sementara TV Al-Aqsa milik Hamas di Jalur Gaza melaporkan gencatan senjata, menandakan kesepakatan telah dicapai untuk mengakhiri pertempuran paling berdarah antara Palestina dan Israel sejak perang 2014.

Tidak ada pengumuman gencatan senjata resmi dari kedua belah pihak, tetapi pertempuran sengit selama dua hari terakhir tampaknya terhenti secara tiba-tiba pada dini hari.

AFP mengabarkan, Mesir memperakarsai perjanjian untuk menghentikan permusuhan mulai pukul 4:30 pagi, seorang pejabat dari Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza, dan satu lagi dari kelompok sekutunya Jihad Islam mengatakan dengan syarat anonim.

Seorang pejabat Mesir juga mengkonfirmasi kesepakatan dengan syarat anonimitas.

Kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Ahad malam bahwa “kembali ke keadaan tenang adalah mungkin” jika Israel berkomitmen untuk “gencatan senjata lengkap”.

Tanpa itu, “arena bisa menghadapi banyak putaran konfrontasi”, katanya.

Seorang juru bicara militer Israel menolak mengomentari kesepakatan itu tetapi militer Israel mengumumkan bahwa “pada pukul 7 pagi, semua pembatasan perlindungan di rumah garis depan akan dicabut”, merujuk pada pembatasan pergerakan warga sipil di Israel selatan.

Sekolah dan jalan telah ditutup, dan penduduk telah didorong untuk tetap di dalam ruangan dan dekat tempat perlindungan bom ketika ratusan roket Palestina jatuh.

Israel menghadapi tekanan kuat untuk mengakhiri pertempuran ketika sejumlah peringatan dan peristiwa mendekat, meskipun instruksi Perdana Menteri Binyamin Netanyahu kepada militer Israel pada hari Ahad “untuk melanjutkan serangan besar-besaran pada elemen-elemen teror di Jalur Gaza”.

Hari Peringatan dan Hari Kemerdekaan Israel masing-masing pada 8 Mei dan 14 Mei. Israel juga akan menjadi tuan rumah Kontes Lagu Eurovision di Tel Aviv pekan ini.

Palestina memperingati sehari setelah Hari Kemerdekaan Israel sebagai Hari Nakba peringatan pemindahan paksa mereka dari tanah mereka. Muslim Palestina juga mulai melakukan puasa di bulan suci Ramadhan hari ini.

Jalur Gaza telah menjadi sasaran serangan hebat Israel dari udara dan laut sejak Sabtu. Juru bicara kementerian kesehatan pemerintah pimpinan Hamas di Gaza mentweet hari ini bahwa 24 warga Palestina telah tewas dalam pertempuran itu. Mereka termasuk dua wanita hamil dan bayi berusia 14 bulan, Saba Abu Arar.

Korban tewas Palestina juga termasuk seorang komandan sayap bersenjata Hamas yang menurut klaim Israel ditargetkan karena perannya dalam mentransfer uang dari Iran ke kelompok-kelompok perlawanan di Jalur Gaza. Itu adalah pengakuan langka tentang pembunuhan yang ditargetkan oleh tentara Israel.

Di pihak Israel, empat orang tewas oleh roket yang ditembakkan oleh kelompok-kelompok bersenjata Palestina.

Konflik pecah setelah empat warga Palestina tewas dan dua tentara Israel terluka dalam demonstrasi mingguan yang diadakan oleh warga Palestina di perbatasan Gaza-Israel. (Red)

Anda mungkin juga berminat