Jelang Arus Mudik, Jalan KH. Noer Ali Masih Butuh Perbaikan Dampak Pembangunan Tol Becakayu

332

BEKASI, (Garudanews.id) – Jelang arus mudik lebaran, berbagai jalan diwilayah kota Bekasi akan dilintasi oleh para pemudik. Sepanjang jalan Kalimalang ialah jalur yang setiap tahunnya padat oleh pemudik yang dominasi oleh kendaraan rida dua. Para pemudik yang kebanyakan dari DKI Jakarta biasanya akan melintasi jalan sepanjang Kalimalang menuju Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Setiap mudik saya selalu lewat sini kalau pakai motor, sekarang jalannya agak sempit,” kata Rohadi seorang pemudik yang melintas di Jalan KH. Noer Ali (kalimalang), Kamis (16/05).

Sudah menjadi tradisi pada setiap tahunnya jelang hari raya Idhul Fitri, terutama pada malam hari, para pemudik memadati jalanan yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Bekasi tersebut. Ribuan kendaraan yang di dominasi oleh kendaraan jenis roda dua dengan berbagai barang bawaan ramai melintas.

Seperti Rohadi dan pemudik lain yang hampir setiap tahunnya melintasi jalan Kalimalang yang merupakan jalur utama untuk pemudik dengan menggunakan jenis kendaraan roda dua.

Jalan Kalimalang yang merupakan jalan utama pada saat fenomena arus mudik kondisinya memprihatinkan. Banyaknya jalan yang berlubang membahayakan para pemudik terutama pada malam hari. Kerusakan jalan tersebut tidak lepas dari sedang berlangsungnya pembangunan Tol Becakayu.

“Arus mudik sudah kita persiapkan dari semuanya, hanya memang ada beberapa infrastruktur jalan yang memang sedang perbaikan, kemudian ada juga pembangunan yang memang tidak bisa dihindari yang jelas kita dari pemerintah daerah mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan arus mudik,” kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Yayan Yuliana saat ditemui di ruangannya, Kamis (16/05).

Seperti diketahui, Tol Becakayu merupakan proyek pada tahun 1996 yang kemudian pada tahun 1998 berhenti karena keadaan krisis moneter pada saat itu. Kemudian, berlanjut lagi pada tahun 2014 hingga 2018. Jalan Tol sepanjang 21,4 Kilometer tersebut sempat mangkrak dan akhirnya diselesaikan pada era Presiden Joko Widodo.

Hingga saat ini proyek yang menghabiskan dana investasi Rp 7,2 triliun, biaya konstruksi Rp 4,785 triliun, biaya pembebasan tanah Rp 449 miliar, dan masa konsesi 45 tahun (sejak SPMK). Investor dan pengelola Tol Becakayu adalah PT Waskita Toll Road, anak usaha dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang memegang 98,97 persen saham PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

Saat ini pembangunan Tol tersebut memberikan dampak bagi jalan yang ada di kota Bekasj, terutama jalan KH. Noer Alie (Kalimalang). Disaat arus mudik, kondisi jalan KH. Noer Alie sangat membahayakan para pengemudi, terutama kendaraan roda dua.

“Kondisi jalan KH. Noer Ali saat ini sedang ada pembangunan tol becakkayu, dari Caman kesni memang sedang ada progres pembangunan, disitu memang kita tidak ada rekayasa lalin, kita semua inginnya lurus saja terus, namun mungkin pada saat arus balik itu mungkin yang harus di rekayasa,” tambahnya.

Yayan juga mengakui sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) kota Bekasi untuk melakukan perbaikan lebih cepat untuk menghadapi arus mudik mendatang.

“Kita tinggal infrastruktur jalan saja yang belum diperbaiki, misalkan jalan-jalan masih ada yang diperbaiki, Tadi saya sudah koordinasi dengan dinas PU, mereka H-10 sudah beres,” tambah Yayan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat