Kasus Dugaan Money Politik Anwar Dinilai Telah Kadaluarsa

165

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Rote Ndao, Anwar Kiah meyakini bahwa dirinya tidak bersalah terkait pengaduan yang dilakukan oleh Caleg asal Partai Demokrat Welem Paulus atas dugaan money politik.

Hal tersebut berdasarkan pemeriksaan Bawaslu kepada sejumlah saksi, namun belum ditemukan alat bukti adanya suap yang dituduhkan oleh Caleg Demokrat itu.

Bahkan, Anwar menuding pelaporan itu sebagai bentuk fitnah rival politik untuk menjegal dirinya kembali duduk di kursi DPRD Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur.

Ia pun meminta kepada politisi yang bertarung pada kontestasi pemilihan legislatif itu menggunakan cara-cara yang bermartabat tanpa harus menjegal orang lain.

“Terkait dengan adanya pengaduan money politik itu murni fitnah. Kalau mau jujur, kami juga memiliki sejumlah pelanggaran yang dilakukan oleh Caleg,” ungkap Anwar Kiah belum lama ini.

Sebelumnya, Caleg Partai Demokrat Welem Paulus melaporkan Yusuf Mandala warga Lekik Desa Oelunggu bersama Stefanus Rada ke Bawaslu Kabupaten Rote Ndao dengan dugaan money Politik.

Bahkan Welem, melaporkan Yusuf Mandala karena diduga terlibat money politik dengan bukti memberikan sejumlah uang senilai Rp400 ribu, kepada dua warga Desa Oelunggu Stefanus bersama istrinya untuk memilih calon Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, berinisial AK.

Berbagai saksi telah dipangil untuk diperiksa, termasuk terduga Anwar Kiah, namun tidak terbukti, bahkan kasus tersebut telah kadaluarsa pada tanggal 8 Mei 2019, dan Bawaslu tidak dapat memutuskan karena tidak ada bukti dalam kasus manye politik yang di tuduhkan.

Ketua Bawaslu Rote Ndao, Tarsis Tomeluk ketika dikonfirmasi via telepon terkait keputusan Gakumdu mengaku kasus tersebut sudah batas waktu dan berakhir pada 8 Mei 2019. (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat